Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 16 Agustus 2024 | 01.04 WIB

Legenda Seger Sutrisno Ungkap Resep Kejayaan Persebaya Surabaya di Era Perserikatan, Harus Ada Pemain Kocak

Seger Sutrisno (tiga dari kiri) jadi teladan bagi pemain muda Persebaya Surabaya. (Radar Kediri) - Image

Seger Sutrisno (tiga dari kiri) jadi teladan bagi pemain muda Persebaya Surabaya. (Radar Kediri)

JawaPos.com — Kejayaan Persebaya Surabaya di era Perserikatan merupakan salah satu momen tak terlupakan dalam sejarah sepak bola Indonesia. Salah satu sosok yang menjadi pilar penting dalam keberhasilan tim tersebut adalah Seger Sutrisno, mantan gelandang yang menghabiskan sebagian besar kariernya di klub kebanggaan Bonek.

Seger Sutrisno bukan hanya dikenal karena kualitas bermainnya di lapangan, tetapi juga karena kepribadiannya yang humoris dan kemampuannya menciptakan suasana hangat di ruang ganti.

Selama 11 tahun, sejak 1985 hingga 1996, Seger Sutrisno hanya mengenakan satu jersey, yaitu Persebaya Surabaya. Kesetiaannya kepada klub ini menggambarkan betapa besarnya cinta Seger Sutrisno terhadap tim yang dia bela.

Bukan hanya menjadi seorang pemain yang disiplin dan penuh dedikasi, Seger Sutrisno juga menjadi sosok yang kerap membuat suasana di tim menjadi lebih cair dan menyenangkan. Baginya, humor adalah salah satu kunci dalam menciptakan keharmonisan tim yang solid.

"Di Persebaya sekarang juga harus ada pemain yang bisa mbanyol," ungkap Seger Sutrisno dikutip dari koran Jawa Pos edisi 28 Maret 2017.

Pernyataan ini bukan sekadar candaan, melainkan sebuah pesan mendalam yang mencerminkan pentingnya peran humor dalam sebuah tim sepak bola.

Bagi Seger Sutrisno, kemampuan untuk mengurangi ketegangan dan meredakan stres adalah aspek penting yang bisa memengaruhi performa tim secara keseluruhan.

Sebagai pemain yang sudah malang-melintang di era Perserikatan, Seger Sutrisno memahami betul bagaimana dinamika di dalam sebuah tim bisa sangat memengaruhi hasil pertandingan.

Saat tekanan di lapangan begitu besar, suasana di ruang ganti yang santai dan penuh canda tawa bisa menjadi penyeimbang yang efektif. Seger Sutrisno, yang kini berusia 58 tahun, mengakui bahwa "keahlian" membuat orang lain tertawa itu ternyata sangat berguna, terutama ketika tim sedang berada di bawah tekanan besar.

Menurut Seger Sutrisno, tawa adalah salah satu cara terbaik untuk mengurangi stres. "Orang ketawa itu bisa menghilangkan stres. Makanya, saya begitu. Tapi, kalau kebanyakan ketawa juga malah bikin stres," ujarnya kala itu.

Ini menunjukkan betapa pentingnya menjaga keseimbangan antara serius dan santai dalam sebuah tim, terutama saat menghadapi pertandingan-pertandingan krusial.

Dalam masa kejayaan Persebaya Surabaya di era Perserikatan, Seger Sutrisno bukan hanya menjadi penggerak di lini tengah, tetapi juga menjadi inspirasi bagi rekan-rekan setimnya. Dia adalah tipe pemain yang mampu menjaga semangat tim tetap tinggi, bahkan ketika situasi sedang tidak menguntungkan.

Humor yang dibawanya tidak hanya membuat suasana di tim menjadi lebih ringan, tetapi juga meningkatkan ikatan antara pemain, yang pada akhirnya berdampak positif pada performa di lapangan.

Salah satu momen yang menggambarkan pentingnya peran humor dalam tim adalah ketika Persebaya harus menjalani pertandingan penting di final Perserikatan.

Tekanan dari suporter yang membludak, harapan tinggi dari manajemen, dan keinginan untuk mengangkat trofi membuat para pemain merasa tegang.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore