
TETAP TANGGUH: Meskipun banyak rumor pemain naturalisasi yang akan datang mengisi posisi kiper, performa Ernando Ari tidak bisa diremehkan begitu saja. (Instagram Ernando Ari)
JawaPos.com — Shin Tae-yong, pelatih Timnas Indonesia, menghadapi dilema besar terkait krisis penjaga gawang yang tengah melanda skuad Garuda. Dengan persiapan untuk putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia semakin mendekat, ketidakpastian mengenai ketersediaan Maarten Paes menjadi sorotan utama.
Hanya empat hari menjelang hari pertama pemusatan latihan, belum ada kepastian apakah kiper naturalisasi tersebut akan mendapatkan lampu hijau dari FIFA.
Paes, yang baru dinaturalisasi pada akhir April lalu, belum mendapatkan pengesahan dari FIFA untuk memperkuat Timnas Indonesia. Situasi ini membuat timnas hanya memanggil dua kiper dalam daftar 22 pemain yang diumumkan, yakni Ernando Ari dan Adi Satryo. Jumlah ini tentu tidak ideal mengingat tim nasional biasanya membutuhkan setidaknya tiga kiper dalam skuad untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan.
Ernando Ari, kiper utama Persebaya Surabaya, dan Adi Satryo kiper PSIS Semarang menjadi andalan utama Shin Tae-yong di tengah krisis ini. Namun, jika Paes tidak segera mendapat pengesahan, timnas harus mencari kiper tambahan dari Liga 1. Keputusan ini menjadi krusial mengingat pengalaman dan kualitas Paes yang sangat dibutuhkan untuk menghadapi lawan-lawan tangguh di putaran ketiga nanti.
Maarten Paes membawa pengalaman dari bermain di level tertinggi bersama FC Utrecht di Liga Belanda dan FC Dallas di Major League Soccer (MLS). Di MLS, kiper berusia 26 tahun ini rutin berhadapan dengan bintang besar sepak bola dunia, termasuk Lionel Messi. Penampilannya yang konsisten bahkan membuatnya masuk dalam daftar 30 pemain MLS All Stars 2024. Dengan catatan kebobolan 32 kali dari 20 laga yang sudah dimainkan, Paes menunjukkan performa yang solid.
Namun, perjalanan Paes untuk membela Timnas Indonesia masih terhalang oleh regulasi FIFA. Dia belum bisa berpartisipasi dalam pertandingan melawan Irak dan Filipina di putaran kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026. Jika situasi ini terulang di putaran ketiga, PSSI kemungkinan harus menunggu hingga agenda berikutnya untuk melihat debut Paes.
Dalam skenario terburuk di mana Paes tidak bisa bergabung, Shin Tae-yong harus mencari kiper tambahan dari Liga 1. Tiga nama yang pernah dipanggil oleh Coach Shin dalam beberapa tahun terakhir adalah Nadeo Argawinata, Muhammad Riyandi, dan Syahrul Trisna. Namun, performa ketiga kiper tersebut tidak berada dalam kondisi terbaik.
Nadeo Argawinata, kiper Borneo FC, baru saja menerima kartu merah pada pekan terakhir babak reguler Liga 1 dan harus absen dari babak championship. Muhammad Riyandi baru sembuh dari cedera panjang dan berbagi menit bermain dengan Gianluca Pandeynuwu di Persis Solo. Syahrul Trisna malah sempat tersingkir dari pos nomor satu di Persikabo 1973 yang finis di dasar klasemen. Selain itu, ada juga nama Cyrus Margono dari Panathinaikos B, tetapi bakatnya belum banyak diketahui.
Jika dibandingkan dengan Paes, empat nama tersebut tentu tergolong belum sepadan dengan pengalaman dan kemampuan Paes. Oleh karena itu, Shin Tae-yong harus benar-benar selektif dalam memilih kiper tambahan yang mampu menjadi tandem sepadan bagi Ernando Ari di timnas. Kualitas dan pengalaman menjadi faktor utama yang harus dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan ini.
Sementara itu, PSSI harus segera mengambil langkah strategis untuk menyelesaikan proses perpindahan asosiasi Maarten Paes. Jika perlu, delegasi PSSI bisa langsung terbang ke markas FIFA di Swiss untuk mempercepat proses ini. Kasus Paes seharusnya bisa diselesaikan dengan baik mengingat ada celah regulasi yang bisa dimanfaatkan. Dalam situasi ini, negosiasi dan lobi yang intensif menjadi kunci utama agar Paes bisa segera bergabung dengan Timnas Indonesia.
Dengan jadwal yang semakin padat dan lawan-lawan yang semakin tangguh, kehadiran kiper berpengalaman seperti Maarten Paes sangat dibutuhkan. Timnas Indonesia membutuhkan tambahan tenaga untuk meraih hasil maksimal dalam menghadapi putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026. Oleh karena itu, keputusan mengenai kiper tambahan harus segera diambil untuk memastikan persiapan yang optimal.
Ernando Ari, sebagai kiper utama Persebaya Surabaya, menunjukkan performa yang impresif di Liga 1. Namun, dia membutuhkan tandem yang sepadan untuk menjaga kestabilan lini pertahanan Timnas Indonesia. Pengalaman Ernando di level domestik perlu didukung oleh kehadiran kiper yang memiliki jam terbang tinggi di level internasional. Adi Satryo, meskipun memiliki potensi, juga membutuhkan waktu untuk mengasah kemampuannya.
Keputusan Shin Tae-yong untuk mengambil kiper dari Liga 1 harus didasarkan pada kualitas dan pengalaman. Tidak hanya sekadar menambah jumlah, tetapi juga memastikan bahwa kiper yang dipilih mampu memberikan kontribusi yang signifikan bagi tim. Situasi ini menuntut Shin Tae-yong dan PSSI untuk bekerja keras dalam menemukan solusi terbaik demi kepentingan Timnas Indonesia.
Krisis kiper yang tengah melanda Timnas Indonesia ini menjadi ujian bagi Shin Tae-yong dan PSSI dalam mengelola tim nasional. Dengan kerjasama dan komitmen yang kuat, diharapkan masalah ini bisa segera teratasi. Kehadiran Maarten Paes dan kiper tambahan yang berkualitas akan memberikan kekuatan ekstra bagi skuad Garuda dalam menghadapi putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Dalam situasi yang serba tidak pasti ini, dukungan penuh dari para pendukung Timnas Indonesia sangat dibutuhkan. Semoga proses perpindahan asosiasi Maarten Paes segera selesai dan timnas bisa mempersiapkan diri dengan optimal.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
