Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 15 Juni 2024 | 18.40 WIB

Mengenal Liga Humapon, Kompetisi Sepak Bola Milik Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang

LIGA HUMAPON: Wadah Pondok Pesantren Bahrul Ulum dalam mencari bakat sepak bola (humapon.id) - Image

LIGA HUMAPON: Wadah Pondok Pesantren Bahrul Ulum dalam mencari bakat sepak bola (humapon.id)

JawaPos.com - Setiap tahun, tepatnya pada Juni adalah saat yang istimewa bagi Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang, karena mereka merayakan ulang tahun pondok dengan menggelar berbagai lomba antarasrama, salah satunya adalah Liga Humapon.

Kompetisi Liga Humapon melibatkan santri-santri dari berbagai daerah. Ajang ini bukan hanya sekadar ajang olahraga biasa, tetapi juga menjadi wadah untuk menggali potensi para santri dalam dunia sepak bola.

Liga Humapon mempertemukan tujuh tim yang masing-masing mewakili daerah atau wilayah tertentu. Arethebest FC, yang dihuni oleh santri dari Lamongan, Bojonegoro, dan Tuban, menjadi salah satu peserta yang kuat dalam kompetisi ini. Tuan rumah Djoker FC, yang berasal dari Jombang dan Mojokerto, juga selalu menunjukkan performa yang mengesankan di depan pendukung setia mereka.

Selain itu, Baretta FC turut ambil bagian dengan santri-santri dari Jawa Barat dan Jakarta, sedangkan Musstang FC dihuni oleh santri Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo. Java Fuera FC menampilkan santri-santri dari luar Jawa, sedangkan Primavera FC menggabungkan santri dari Karesidenan Madiun, Kediri-Nganjuk, serta Brebes-Tegal, Blitar-Tulungagung-Trenggalek.

Terakhir, Girazh FC mewakili Malang, Probolinggo, Jember, Situbondo, Bondowoso, Lumajang, Banyuwangi, dan Pasuruan.

Yang membuat Liga Humapon semakin menarik adalah penerapan aturan profesional dalam transfer pemain. Jika suatu klub merekrut pemain yang bukan asli dari daerah tersebut, mereka diwajibkan membayar sejumlah uang sebagai tanda penghormatan kepada klub asal sang pemain. Hal ini tidak hanya mengikat hubungan antar-klub, tetapi juga memupuk semangat sportivitas dan menghargai talenta dari berbagai tempat.

Bahkan, tingkat prestise Liga Humapon mencapai puncaknya dengan kunjungan Menpora pada 2019. Imam Nahrawi, Menteri Pemuda dan Olahraga saat itu, memberikan apresiasi yang tinggi terhadap kompetisi ini sebagai ajang untuk menonjolkan potensi santri dalam bidang olahraga. Dia mendorong para santri untuk menjadi ikon Indonesia di masa depan, tidak hanya dalam olahraga tetapi juga dalam kreativitas generasi milenial.

Pertandingan di Liga Humapon tidak hanya tentang sepak bola, tetapi juga tentang kebersamaan dan kekeluargaan di antara santri. Mayoritas penonton mengenakan sarung dan kopiah, menciptakan suasana yang sangat khas dan berbeda dari pertandingan sepak bola konvensional. Bahkan, ada komentator yang memberikan nuansa kocak dan menghibur, menambah keunikan dari Liga Humapon ini.

Pada tahun ini, Girazh FC berhasil mencatatkan nama mereka di sejarah Liga Humapon setelah menjuarai kompetisi. Mereka meraih gelar juara setelah mengalahkan Arethebest FC dalam drama adu penalti dengan skor akhir 4-2.

Liga Humapon bukan hanya tentang memenangkan trofi, tetapi juga tentang menciptakan panggung bagi para santri untuk mengekspresikan bakat mereka dalam olahraga. Inisiatif ini tidak hanya mencari bibit-bibit unggul dalam sepak bola, tetapi juga membentuk karakter dan semangat kompetisi yang sehat di antara para santri.

Dengan semangat kompetitif yang tinggi dan semakin dikenalnya Liga Humapon, Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang telah berhasil menunjukkan bahwa olahraga, khususnya sepak bola, dapat menjadi sarana yang efektif dalam mendidik generasi muda.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore