
Bek Timnas Indonesia Rizky Ridho (kiri) saat mengenakan jersey warna merah kontra Vietnam. (Erspo Official)
JEJAK apparel jersey Timnas Indonesia mengalami perjalanan yang panjang dan beragam selama tiga dekade terakhir. Dari menggandeng brand ternama dunia seperti Adidas, Nike, dan Puma, hingga kini menjalin kerjasama dengan produsen lokal seperti Mills dan yang terbaru, Erspo, di mana setiap era memberikan warna dan cerita tersendiri bagi skuad Garuda.
Moch. Rizky Pratama Putra, Reporter JawaPos.com
---
Sebelum bekerjasama dengan PSSI, Erigo, sebuah merek lokal yang terkenal dalam fesyen casual, merupakan brand yang dikenal di Indonesia. Namun, dengan kemitraan ini, mereka memasuki dunia sportswear dengan merek Erspo.
"Kami merasa terpanggil untuk berkontribusi dalam panggilan Indonesia ini, dan kami ingin mengembangkan brand ini (Erigo) ke level yang lebih tinggi," ungkap pendiri dan CEO Erigo, Muhammad Sadad, saat peluncuran jersey Timnas Indonesia pada Senin, 18 Maret 2024.
Dalam kesepakatan ini, Erspo akan menyediakan perlengkapan untuk Timnas Indonesia selama periode 2024-2025. PSSI telah menandatangani kontrak senilai Rp16,5 miliar, dengan pembayaran tunai sebesar Rp5 miliar. Selain itu, Erspo juga akan memberikan royalti kepada Timnas Indonesia.
"Kami berusaha untuk mendukung merek-merek lokal yang banyak diminati oleh generasi muda di seluruh dunia, dan menjadikannya sebagai ekosistem yang saling menguntungkan dengan sepak bola Indonesia," ujar Ketua Umum PSSI, Erick Thohir dikutip dari laman resmi PSSI.
Periode 1990-2000-an menjadi saksi dari beberapa perubahan dalam pilihan apparel Timnas Indonesia. Meskipun belum terikat oleh kontrak resmi, namun kehadiran brand-brand besar seperti Adidas memberikan pengaruh yang signifikan bagi penampilan skuad Merah Putih. Momen kejayaan, seperti meraih emas SEA Games 1987 dan 1991, dihiasi dengan jersey bergaya khas Adidas dengan motif 3 garis di lengan.
Pada periode setelah 1996, Timnas Indonesia melangkah menuju kerja sama dengan berbagai brand seperti Asics, Mikasa, Uhlsport, dan Diadora. Meskipun tidak selalu terikat kontrak bisnis resmi, namun pemilihan apparel ini tetap memberikan pengaruh dalam penampilan skuad Garuda di berbagai ajang internasional.
Tahun 1998 menjadi momen penting dengan kembalinya Timnas Indonesia ke pangkuan Adidas. Brand global ini kembali mendominasi jersey Timnas Indonesia selama periode 1998-2000, yang ditandai dengan keikutsertaan Indonesia dalam ajang AFF 1998.
Pada 2000, langkah baru diambil dengan beralihnya Timnas Indonesia ke Nike. Jersey Nike menjadi ikonik dalam perjalanan Timnas Indonesia, dengan penampilan yang khas dan berkelas. Pada 2004, Indonesia mencatat sejarah dengan mempercayakan jersey mereka kepada Ghazali Sport, sebuah brand lokal yang menciptakan desain unik dengan gambar lambang negara Burung Garuda.
Tahun 2004-2005 menjadi periode kembali ke pangkuan Adidas sebelum bergeser ke Puma pada 2006. Jersey Puma melengkapi penampilan Timnas Indonesia dalam berbagai ajang, termasuk Asian Games 2006.
Pada 2007, Timnas Indonesia kembali ke Nike, yang memulai periode kerja sama yang panjang dan berhasil. Dengan jersey berwarna merah dominan dan logo Nike yang khas, Timnas Indonesia membanggakan para penggemarnya di berbagai ajang internasional.
Era Nike berakhir pada 2020, ketika Timnas Indonesia memulai kerjasama dengan Mills, sebuah brand lokal yang memberikan warna baru dalam penampilan skuad Garuda. Dengan desain yang inovatif dan kualitas yang terjamin, jersey Mills menjadi bagian dari perjalanan Timnas Indonesia di Piala AFF 2020 dan Piala Asia 2024.
Kini, tahun 2024 menjadi saksi dari era baru dalam jejak apparel jersey Timnas Indonesia dengan kedatangan Erspo. Brand lokal ini, yang berasal dari Erigo Sport, membawa semangat baru dalam industri apparel olahraga di Tanah Air. Dengan kerja sama yang diawali pada awal tahun ini, Erspo siap menyuplai jersey untuk Timnas Indonesia dalam periode 2024-2025.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
