Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 30 Maret 2024 | 22.28 WIB

Kisah Menarik Klub Liga Persebaya, Semut Hitam yang Terinspirasi oleh God Bless dan Liga Champions

MONCER: Dua gol Mantra Surya Aji menjadikannya pahlawan Semut Hitam pada kemenangan 3-2 atas Putra Mars di bentrokan laga tunda di Lapangan Persebaya, Karanggayam, Rabu, 18 April 2018. (Persebaya) - Image

MONCER: Dua gol Mantra Surya Aji menjadikannya pahlawan Semut Hitam pada kemenangan 3-2 atas Putra Mars di bentrokan laga tunda di Lapangan Persebaya, Karanggayam, Rabu, 18 April 2018. (Persebaya)

JawaPos.com —Sebuah lagu legendaris berkumandang sebagai ringtone ponsel Hendrik Peter Sahelangi, atau yang lebih dikenal sebagai Peter, pria di balik berdirinya klub internal Persebaya Surabaya yang bernama Semut Hitam.

Lagu itu adalah "Semut Hitam" dari band rock kenamaan era 1980-an, God Bless. Dari sana, lahirlah nama yang menyemarakkan klub sepak bola dengan sejarah yang kaya.

Lagu "Semut Hitam" membawa semangat keberanian dan ketangguhan, yang tercermin dalam lirik-liriknya tentang semut-semut hitam yang bergerak melintasi segala rintangan.

Inspirasi inilah yang mendasari Peter untuk menamai klubnya dengan Semut Hitam. Bagi Peter, semut merupakan simbol kecil yang memiliki kekuatan luar biasa saat bekerja sama, sebuah filosofi yang ingin diusung oleh klubnya.

"Semut itu kan hewan yang kecil. Tapi, kalau sedang bergotong royong, bisa membawa benda yang beratnya bahkan berkali-kali lipat dari berat badannya," ungkap Peter tentang filosofi klub yang berdiri sejak 22 Oktober 2010 tersebut dikutip dari Jawa Pos koran edisi 25 Juli 2017.

Sejak berdiri pada 22 Oktober 2010, Semut Hitam tidak hanya menjadi sekadar klub sepak bola, tetapi juga menjadi wadah bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk menyalurkan hobi dan bakat mereka dalam bermain sepak bola.

Sebagai klub internal Persebaya Surabaya, Semut Hitam menjadi saudara muda dari klub Anak Bangsa yang didirikan oleh Peter tiga tahun sebelumnya. Alasan Peter untuk mendirikan Semut Hitam adalah untuk memberikan kesempatan kepada lebih banyak anak untuk mengembangkan potensi sepak bola mereka.

Ketika Semut Hitam memasuki arena kompetisi, klub ini segera menunjukkan prestasinya dengan naik ke kelas I hanya dalam satu musim. Tonggak kepelatihan dipegang oleh Yongki Kastanya, seorang mantan penggawa Persebaya Surabaya era 1980-an. Meskipun kesibukan Yongki sebagai pelatih klub lain membuatnya tidak bisa banyak terlibat dalam pembinaan Semut Hitam, namun klub tetap berkembang dengan masuknya Reinold Pietersz sebagai pelatih pengganti.

Menariknya, baik Yusuf Moni, Yongki Kastanya, maupun Reinold Pietersz berasal dari Ambon dan merupakan mantan penggawa Persebaya Surabaya. Peter menjelaskan bahwa kehadiran mereka tidak hanya kebetulan, tetapi juga penting karena mereka dapat memberikan pengalaman dan pengetahuan tentang Persebaya Surabaya kepada para pemain muda, serta menjadi referensi dalam pengembangan klub.

"Kalau dari Ambon itu kebetulan saja. Tapi, kalau mantan penggawa Persebaya, saya rasa penting karena mereka adalah aset bagi klub internal. Mereka bisa memberikan referensi bagi pemain muda untuk tahu seluk-beluk Persebaya," tutur pria berdarah Manado tersebut.

Photo

Selain mengambil inspirasi dari lagu God Bless, logo klub Semut Hitam juga memiliki sejarah unik yang terinspirasi dari Liga Champions. Dengan bintang yang membentuk bola dalam logo tersebut, klub ingin menekankan bahwa Semut Hitam adalah kumpulan bintang yang memiliki tujuan yang sama, yaitu meraih kesuksesan di dunia sepak bola.

"Idenya memang dari Liga Champions. Filosofinya, klub ini menjadi kumpulan bintang (pesepak bola) dengan tujuan yang sama," terang Peter.

Memiliki dua klub di kompetisi yang punya nilai plus, yakni saling menutup kekurangan pemain. Dengan kebijakan saling menukar pemain antara Semut Hitam dan Anak Bangsa, klub tidak hanya memperkuat satu sama lain, tetapi juga membantu pemain untuk beradaptasi dengan lingkungan dan metode pelatihan yang berbeda.

Semut Hitam bukan sekadar klub sepak bola, tetapi juga menjadi wadah bagi anak-anak untuk tumbuh dan berkembang dalam semangat kebersamaan dan kejuangan.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore