Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 15 Maret 2024 | 19.50 WIB

Sepinya Stadion Gelora Bung Tomo, Apakah Menipisnya Peluang Persebaya Surabaya Juara atau Tiket Terlampau Mahal?

HIJAUKAN STADION GBT: Bonek dan Bonita ketika memadati Stadion GBT. Paul Munster hingga Bruno Moreira mengharapkan kehadiran mereka saat menjamu PSIS Semarang, Selasa (30/1). (Persebaya) - Image

HIJAUKAN STADION GBT: Bonek dan Bonita ketika memadati Stadion GBT. Paul Munster hingga Bruno Moreira mengharapkan kehadiran mereka saat menjamu PSIS Semarang, Selasa (30/1). (Persebaya)

JawaPos.com — Sepinya Stadion Gelora Bung Tomo saat pertandingan antara Persebaya Surabaya dan Madura United menjadi sorotan dalam dunia sepak bola Tanah Air.

Dengan hanya 5.583 penonton yang hadir, pertanyaan pun muncul: apakah ini disebabkan oleh menipisnya peluang Persebaya Surabaya menjadi juara, ataukah tiket yang memang terlampau mahal?

Melalui akun Instagram @persebayafans.27, pendukung setia klub, Bonek, menyampaikan pendapat mereka tentang sepinya stadion dalam beberapa pertandingan terakhir. Dalam berbagai komentar, mereka mencurahkan kekecewaan dan kebingungan atas fenomena tersebut.

Salah satu pengguna Instagram, @ediacmad, mengekspresikan bahwa meskipun stadion sepi, Persebaya Surabaya tetap meraih kekalahan. Hal ini menggambarkan bahwa jumlah penonton tidak selalu menjadi faktor penentu performa tim.

“Sepi rame tetep lose,” @ediacmad.

Sementara itu, ada juga komentar yang menyebutkan tentang harga tiket yang dianggap terlampau mahal. Pengguna Instagram @aldy.iyy menyampaikan pendapat bahwa harga tiket yang tinggi menjadi faktor utama sepinya stadion.

“tikete rego 50 ngunu yo mending,” @aldy.iyy.

Namun, tidak sedikit pula pendukung yang merasa kecewa dengan performa tim yang tidak konsisten. Seperti yang disampaikan oleh @azymrd_1, ada kekecewaan atas hasil pertandingan yang cenderung imbang atau kalah, meskipun komposisi tim sebenarnya memiliki potensi untuk meraih kemenangan besar.

“La skore 0-0 1-0 1-1 balik 0-0 maneh, pie ape akeh, guduk komposisi tim sg bien iso 3-0, 4-0, 2-0, 5-2,” @azymrd_1.

Beberapa pendukung juga mengungkapkan rasa bosan dan kekecewaan mereka terhadap performa tim. Misalnya, @dhenianakbaik menyatakan bahwa dia lebih memilih untuk membeli makanan daripada menonton pertandingan yang dianggap kurang menarik.

“Wong wes do bosen kok min wingi aku nanggoh komen e ngono krungu krungu,” @dhenianakbaik.

Namun, tidak semua komentar dari Bonek mengekspresikan kekecewaan. Beberapa di antaranya tetap menyampaikan harapan mereka untuk masa depan yang lebih baik. Seperti yang disampaikan oleh @bang_satria27, mereka yakin bahwa suatu hari nanti stadion akan selalu penuh karena pandangan cerah untuk masa depan tim.

“Udah untuk musim ini terima aja kalo stadion selalu sepi, karena memang semua nggak sesuai keinginan, tpi kalo musim depan saya yakin pasti selalu full karena musim depan pandangan cerah ini,” @bang_satria27.

Namun, ada juga komentar yang menyoroti fakta bahwa jumlah penonton mulai menurun sejak awal musim. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang apa yang menjadi penyebabnya. Apakah faktor kinerja tim, harga tiket, atau faktor lain yang menyebabkan minat penonton menurun?

Komentar dari @twenty7scndstuff menyoroti perbedaan jumlah penonton antara pertandingan anniversary dengan pertandingan reguler. Meskipun tiket untuk pertandingan anniversary dijual dengan harga lebih tinggi, jumlah penonton tidak mencapai target yang diharapkan.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore