
KENANGAN RAMADAN: Kenangan mantan pemain Persebaya Surabaya, Mahmoud Eid, saat menikmati buka puasa di kediamannya di Nykoping, Swedia. (Dokumentasi Pribadi Mahmoud Eid)
JawaPos.com — Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan haus sepanjang hari, tetapi juga tentang kebersamaan, spiritualitas, dan kenangan bersama keluarga.
Bagi Mahmoud Eid, mantan gelandang Persebaya Surabaya yang kini bermain di True Bangkok United, Ramadan adalah momen yang istimewa. Meskipun terpisah jauh dari atmosfer pertandingan dan dukungan ribuan Bonek kala itu ketika Covid-19 melanda dunia, Ramadan membawa kehangatan keluarga di kota kecil Nykoping, Swedia.
Dalam cerita yang diungkapkan di laman resmi Persebaya, Mahmoud Eid dengan hangat menceritakan betapa berharganya momen Ramadan bersama keluarga. "Selalu istimewa bisa melewati Ramadan bersama keluarga," katanya penuh rasa syukur.
Di Kota Nykoping, Mahmoud Eid tinggal bersama ibunya. Ramadan bukan hanya tentang puasa, tetapi juga tentang kelezatan masakan ibu yang menjadi tradisi keluarga. Masakan khas Arab menjadi pilihan utama, menggugah selera dengan aroma rempah yang khas.
"Masakan ibu saya sangat lezat, seluruh anggota keluarga biasanya datang ke rumah untuk makan bersama," ungkapnya dengan bangga.
Hidangan khas Arab yang disajikan oleh ibu Mahmoud Eid menjadi sorotan utama setiap berbuka. Dari aroma harum kelezatan masakan, hingga tatanan meja yang dipenuhi dengan aneka hidangan lezat, Ramadan di rumah Mahmoud sungguh berkesan. Dalam menu khas Arab tersebut, tak lupa disajikan teh dan kopi untuk menemani santap bersama.
“Sebagai hidangan pelengkap, ibu juga membuat banyak kue,” paparnya.
Namun, kelezatan bukan hanya terdapat dalam hidangan utama. Ibunda Mahmoud Eid juga mahir dalam membuat berbagai kue khas Ramadan yang menggoda selera. Kue-kue tersebut menjadi pelengkap sempurna dalam hidangan berbuka di rumah keluarga Mahmoud Eid.
Di tengah momen Ramadan yang penuh kenangan manis bersama keluarga, Mahmoud Eid tak bisa melupakan atmosfer pertandingan dan dukungan para Bonek kala itu. Sebagai pemain sepak bola, Ramadan di Indonesia biasanya diisi dengan pertandingan-pertandingan yang membangkitkan semangat. Namun, situasi pandemi Covid-19 membuatnya harus kembali ke Swedia sesuai arahan pemerintah.
Meskipun demikian, Mahmoud Eid memandang setiap peristiwa memiliki hikmahnya. Kembali ke Swedia membawanya pada momen berharga bersama keluarga, menguatkan ikatan batin yang kadang terabaikan dalam rutinitas sehari-hari.
Selama Ramadan, Mahmoud Eid tidak hanya menikmati hidangan lezat ibunya, tetapi juga memanfaatkan waktu untuk refleksi dan ibadah. Berpuasa bersama keluarga membawa kedamaian dan kesederhanaan yang mendalam, mengingatkannya akan pentingnya keluarga dalam kehidupan.
Statistik permainannya bersama Persebaya Surabaya, meski hanya dua penampilan, mencerminkan kontribusinya sebagai pemain yang andal. Dua assist yang dicatat menunjukkan kemampuannya dalam menginspirasi rekan setimnya. Gol yang berhasil dicetaknya menjadi bukti kepiawaiannya dalam memanfaatkan peluang yang ada.
Statistik Mahmoud Eid bersama Persebaya Surabaya berdasarkan Transfermarkt:
Penampilan 2
Gol 1

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
