
DATANG DI USIA MUDA: Dari Makan Konate ke Bruno Moreira. Menelusuri jejak mereka yang memilih bermain di Indonesia di usia sangat muda. (Persebaya Surabaya)
JawaPos.com — Seiring berjalannya waktu, citra Liga Indonesia dalam ranah sepak bola semakin berkembang. Jika dulu, liga ini seringkali diidentikkan dengan para pemain asing yang sudah uzur namun berpengalaman, kini terjadi pergeseran paradigma.
Semakin banyak pemain muda dari berbagai belahan dunia yang memilih Indonesia sebagai tempat untuk mengembangkan karier sepak bola mereka. Dari Makan Konate hingga Bruno Moreira, mereka menjadi bukti bahwa Indonesia bukan hanya destinasi eksotis untuk berlibur, tetapi juga tempat menjanjikan bagi para pemain muda yang ingin meraih kesuksesan dalam dunia sepak bola.
Sorotan pertama jatuh pada Makan Konate, yang pada usia yang masih sangat muda, tepatnya 21 tahun, memulai perjalanan sepak bola di Indonesia pada 2012. Kini, perjalanan nasib membawanya kembali ke Indonesia, tetapi kala itu pada 2021 dalam posisi yang berseberangan dengan Yann Motta Pinto di Persija Jakarta.
Bagi Makan Konate, Liga Indonesia telah memainkan peran penting dalam mematangkan keterampilan sepak bolanya sebelum akhirnya mendapatkan panggilan untuk bergabung dengan tim nasional Mali.
"Uang bukan alasan utama saya memilih Persija, tapi karena ingin mengembangkan diri," kata Yann Motta yang kala itu direkomendasikan bermain di Indonesia oleh pelatihnya di klub Singapura Tanjong Pagar, Noh Alam Shah, dilansir dari Jawa Pos Koran Edisi 18 Desember 2021.
Dulu, Liga Indonesia pernah lekat dengan citra pemain-pemain asing uzur. Sebut saja Mario Kempes, Roger Milla, dan Giuseppe Accardi.
Namun, Makan Konate bukanlah satu-satunya contoh. Bruno Moreira dan Taisei Marukawa, duo penyerang sayap andalan Persebaya Surabaya, adalah bukti lain dari fenomena ini. Kedua pemain tersebut masih berusia 22 dan 24 tahun ketika kali pertama datang ke Indonesia, ketika mereka memilih untuk bergabung dengan tim asal Surabaya ini.
Keputusan mereka untuk memilih Liga Indonesia sebagai tempat untuk mengasah bakat sepak bola mereka menunjukkan bahwa ada sesuatu yang menarik di negeri ini yang tidak mereka temukan di tempat lain.
Menariknya, alasan di balik pilihan mereka bukanlah semata-mata karena alasan finansial. Yann Motta, salah satu legiun impor Persija Jakarta pada pada 2021, menegaskan bahwa pilihannya untuk bergabung dengan tim Macan Kemayoran bukanlah semata-mata karena uang, tetapi karena keinginannya untuk terus mengembangkan diri sebagai pemain sepak bola.
Begitu pula dengan Bruno Moreira, yang diperkenalkan dengan sepak bola Indonesia oleh agen pemain Gabriel Budi. Meskipun kesempatan untuk bersaing di liga-liga elite Asia atau Eropa "kelas B" ada di depan mata, mereka tetap memilih Liga Indonesia sebagai tempat untuk meniti karier mereka.
"Saya cari tantangan, saya suka sepak bola Asia," kata Bruno Moreira kala itu yang diperkenalkan dengan sepak bola Indonesia oleh Gabriel Budi, salah seorang agen pemain.
Melihat prestasi dan kemampuan mereka, tidak sulit untuk membayangkan bahwa peluang untuk meraih kesuksesan di luar negeri sangat terbuka lebar bagi mereka. Namun, pilihan mereka untuk tetap bermain di Indonesia menunjukkan bahwa ada nilai tambah yang mereka temukan di sini, di tengah dinamika dan tantangan yang ditawarkan oleh Liga Indonesia.
Namun, perlu diakui bahwa Liga Indonesia bukanlah tanpa masalah. Meskipun masih kerap dihantui oleh berbagai kontroversi dan masalah, liga ini tetap menjadi tempat yang menarik bagi para pemain muda untuk mengasah bakat mereka. Keputusan para pemain muda untuk memilih Indonesia sebagai tempat untuk mengembangkan karier sepak bola mereka juga menjadi sebuah cermin bahwa potensi sepak bola Indonesia tidak boleh diremehkan.
Dengan demikian, dari Makan Konate hingga Bruno Moreira, perjalanan para pemain muda ini menjadi sebuah cerita inspiratif tentang bagaimana Indonesia telah menjadi tempat yang menarik bagi para pemain sepak bola muda dari berbagai belahan dunia. Keputusan mereka untuk memilih Indonesia sebagai tempat untuk mengembangkan karier mereka merupakan bukti bahwa Liga Indonesia bukan hanya sebuah liga sepak bola biasa, tetapi juga merupakan bagian dari perjalanan panjang menuju kesuksesan dalam dunia sepak bola global.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
