
AYO BANGKIT: Djajang Nurjaman bertekad membangkit semangat pemain Persela Lamongan jelang laga kontra FC Bekasi City. (Persela Lamongan)
JawaPos.com – Sebuah sejarah panjang dan unik melingkupi julukan Persela Lamongan, Laskar Joko Tingkir. Tanpa disadari, nama ini tidak hanya mencerminkan semangat dan identitas klub, tetapi juga menjadi simbol kebangkitan sepak bola di tanah Lamongan.
Sebagai tim yang berkiprah di Liga 1 Indonesia, Persela Lamongan memiliki asal-usul julukan yang menarik, menggambarkan keberanian dan keberhasilan menghadapi tantangan.
Kisah ini akan membahas perjalanan sejarah Laskar Joko Tingkir bagi Persela Lamongan, terinspirasi oleh Gus Dur, dan menggali momen pahit mereka yang gagal meraih tiket semifinal Liga 2 Indonesia 2023/2024.
Sebelum menjadi Laskar Joko Tingkir, Persela Lamongan awalnya dijuluki Laskar Sunan Drajat. Julukan ini mencerminkan kearifan lokal Lamongan, namun tidak begitu melekat di hati masyarakat dan suporter. Keberhasilan Persela Lamongan hidup kembali, setelah mengalami mati suri pada awal dekade 2000, menjadi kisah menarik di balik pergantian julukan ini.
Perubahan besar terjadi ketika Masfuk, Bupati Lamongan yang juga menjadi manajer Persela Lamongan, mengambil langkah kontroversial. Menggelontorkan dana APBD dalam jumlah besar, Masfuk membangkitkan kembali semangat sepak bola di Lamongan. Inspirasi datang dari pidato mantan Presiden RI, Gus Dur, yang membawanya pada cerita petilasan Joko Tingkir di daerah Pringgoboyo, Maduran.
Pemilihan Joko Tingkir sebagai julukan baru diharapkan membawa semangat baru, sebagaimana tokoh tersebut mencapai puncak kejayaan dari seorang putra dalang Wayang Beber menjadi Raja Kerajaan Pajang. Nama, Joko Tingkir pun bertahan dan menjadi identitas yang dicintai masyarakat Lamongan hingga sekarang.
Namun, keberhasilan julukan ini juga diiringi kontroversi. Lagu yang sedang viral, "Joko Tingkir Ngombe Dawet," menjadi sorotan kritis. Anggota DPRD Lamongan, Imam Fadli, mengecam penggunaan lirik yang dianggap merendahkan sosok Joko Tingkir, seorang ulama dan kiai besar yang juga murid Sunan Kalijaga.
Imam Fadli mengingatkan bahwa Joko Tingkir bukanlah tokoh sembarangan, dan berpesan kepada masyarakat agar tidak menghina sosok besar tersebut melalui lagu yang sedang ramai dinyanyikan.
Sementara itu, musim terbaru Liga 2 Indonesia 2023/2024 membawa kekecewaan bagi Persela Lamongan. Meskipun tampil superior di fase penyisihan, kekalahan 3-1 dari FC Bekasi City membuat mimpi mereka ke semifinal pupus. Dengan sejumlah kendala seperti cedera pemain kunci dan akumulasi kartu, Persela harus menghadapi kenyataan pahit.
Head Coach Persela, Djadjang Nurdjaman, mengakui kegagalan ini dan meminta dukungan serta kesabaran dari suporter. Meskipun target semifinal tidak tercapai, harapan untuk bangkit kembali di masa mendatang tetap menjadi fokus.
Sejarah panjang Persela Lamongan, dari Laskar Sunan Drajat hingga Joko Tingkir, mencerminkan perjalanan yang sarat makna dan semangat. Meskipun terdapat rintangan dan kontroversi, kesetiaan suporter serta harapan untuk kesuksesan di masa mendatang tetap mengalir.
Identitas Laskar Joko Tingkir bukan hanya sekadar julukan, tetapi sebuah cerminan semangat juang dan kebanggaan masyarakat Lamongan. Meskipun kekecewaan hadir, namun sepak bola adalah permainan di mana setiap kekalahan membawa pelajaran baru untuk meraih kemenangan berikutnya.
Julukan Laskar Joko Tingkir bagi Persela Lamongan tidak hanya sekadar identitas, tetapi sebuah kisah perjalanan panjang. Dari Laskar Sunan Drajat hingga Joko Tingkir, klub ini menemukan kekuatan dan inspirasi untuk terus maju. Meskipun musim terbaru membawa kekecewaan, namun sejarah dan semangat Laskar Joko Tingkir tetap menjadi pendorong untuk meraih prestasi yang lebih tinggi di masa depan.
Dengan kebijaksanaan manajemen dan dukungan penuh dari suporter, Persela Lamongan memiliki potensi untuk kembali bersinar. Meskipun belum meraih semifinal Liga 2 2023/2024, namun perjalanan ini adalah bagian tak terpisahkan dari pertandingan sepak bola yang selalu penuh dengan kejutan dan tantangan.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
