Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 3 Januari 2024 | 01.21 WIB

Rienald Pieters, Skuad Juara Persebaya Surabaya 1996/1997 yang Kini Jadi PNS Pemerintah Kota Surabaya

LEGENDA PERSEBAYA: Legenda hidup Persebaya, Reinald Pieters, ketika berkunjung ke Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya. (JawaPos.com) - Image

LEGENDA PERSEBAYA: Legenda hidup Persebaya, Reinald Pieters, ketika berkunjung ke Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya. (JawaPos.com)

JawaPos.com – Persebaya Surabaya memasuki babak keemasannya pada musim 1996/1997, dan satu nama yang tak terlupakan dalam deretan pemainnya adalah Rienald Pieters.

Kemenangan spektakuler Green Force dalam merebut gelar juara Liga Indonesia terasa tidak lengkap tanpa peran penting dari pria asal Maluku ini.

Namun, siapa sebenarnya Rienald Pieters, dan bagaimana perjalanan kariernya dari hijrah dari Ambon hingga menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah Persebaya Surabaya?

Awal Karier dan Kiprah Bersama Persebaya Surabaya

Lahir pada 11 Maret 1974 di Ambon, Rienald Pieters menandai awal karier sepak bolanya di tanah kelahirannya bersama PSA Ambon di Divisi Satu (Liga 2).

Namun, panggilan sepak bola yang lebih tinggi membawanya merantau ke Pulau Jawa pada usia 19 tahun, di mana Persegres Gresik United menyodorkan kontrak setelah melihat potensinya bersinar. Setelah dua musim bersama Persegres Gresik United, Rienald Pieters akhirnya mengenakan seragam Persebaya Surabaya.

Bergabungnya Rienald Pieters dengan Persebaya Surabaya pada musim 1996/1997 menjadi awal dari kisah kejayaan. Pemain berdarah Ambon ini bukan hanya mencetak gol, tetapi juga menjadi bagian dari dream team Persebaya Surabaya yang dijagokan sejak awal musim.

Bersama rekan-rekan setimnya yang berbakat, seperti Bejo Sugiantoro, Khairil Anwar, Aji Santoso, dan Yusuf Ekodono, serta trio Brasil, Justinho Pienherro, Carlos de Mello, dan Jacksen Tiago, Rienald Pieters ikut membawa Persebaya Surabaya mengejar gelar juara.

Kisah Epik di Final Liga Indonesia 1996/1997

Musim tersebut mencapai puncaknya dalam laga final melawan juara bertahan, Bandung Raya, di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta. Rienald Pieters tampil gemilang dengan mencetak gol ketiga bagi Green Force dalam kemenangan 3-1. Namun, perjuangan Rienald Pieters tidak semulus gol-golnya di lapangan, karena dia sempat terancam absen akibat cedera tulang rusuk yang dideritanya setelah mengalahkan PSM Makassar 3-2 di babak semifinal.

Di momen tersebut, Rienald Pieters dipaksa tampil di laga krusial demi membawa Persebaya Surabaya meraih gelar perdana di Liga Indonesia. Kesuksesan itu mengantarnya menjadi bagian sejarah Persebaya Surabaya dan membawa trofi juara pada tahun yang sama.

Mengukir Prestasi Bersama Persebaya Surabaya dan Klub Lainnya

Prestasi Rienald Pieters tidak hanya terbatas pada Liga Indonesia. Pada PON 1996, dia membawa tim sepak bola Jawa Timur meraih medali emas. Menariknya, dalam dua pencapaian besar itu, Rienald Pieters selalu mencetak gol penentu di laga final, menunjukkan DNA juara yang melekat pada dirinya.

Namun, keberhasilan tidak berhenti di situ. Setelah membawa sukses Persebaya Surabaya, Rienald Pieters melanjutkan kiprahnya di klub-klub lain. Bersama Persela Lamongan, dia berkontribusi pada promosi ke Divisi Utama (Liga 1) Liga Indonesia pada musim 2006. Pergi dan kembali, Rienald Pieters terus menorehkan prestasi dengan membantu klub-klubnya meraih kesuksesan, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Dari Lapangan ke Kehidupan Sehari-hari

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore