Tim Persebaya Surabaya. (Dok. Liga Indonesia Baru)
JawaPos.com - Ricardo Ramos, pemain asal Brasil dengan tinggi badan mencolok 183 cm, masih menjadi kenangan sejarah bagi para Bonek. Namun, dibalik kostum hijau dan kuningnya, tersimpan cerita yang menggetarkan. Mari kita menyusuri jejak perjalanan Ricardo Ramos, gelandang Persebaya yang hanya bertahan setengah musim namun meninggalkan jejak yang sulit dilupakan.
Sosok Ricardo Ramos pertama kali merasakan atmosfer kompetisi di Indonesia saat mengikuti Piala Emas Bang Yos pada Desember 2003, sebuah turnamen pra-musim yang menjadi ajang pertamanya di tanah air. Dengan nomor punggung 18, Ricardo Ramos tampil solid dan membawa Persebaya Surabaya hingga ke partai final melawan rival abadi, Persija Jakarta.
Meski kalah dalam adu penalti, performa Ricardo Ramos mencuri perhatian. Di laga pramusim lain melawan PKT Bontang, meski meraih kemenangan, temperamennya yang tinggi mendorongnya mendapatkan kartu merah. Kecenderungan ini menjadi kendala yang mungkin turut mempengaruhi keputusan pelatih dan pengurus Persebaya Surabaya di masa mendatang.
Baca Juga: Jangan Cuma Liburan Saja, Berikut Program Latihan Pemain Persebaya Surabaya Selama Libur Kompetisi
Musim 2004, Ricardo Ramos melangkah sebagai gelandang Persebaya Surabaya dengan segala harapan. Namun, takdir berkata lain. Performanya yang dinilai biasa-biasa saja menjadi pertimbangan pelatih dan pengurus klub. Meskipun hanya bertahan setengah musim, namun kisah Ricardo Ramos bersama Green Force menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah klub.
Pada pertandingan Piala Emas Bang Yos, Ricardo Ramos mendapatkan kartu merah dan kebiasaan tersebut mungkin menciptakan citra kurang positif di mata pengurus. Namun, apa yang terjadi di lapangan hanyalah sebagian kecil dari sosok Ricardo Ramos. Setelah pulang ke Brazil, ia terus mencurahkan dedikasinya pada olahraga.
Kembali ke Brasil, Ricardo Ramos bergabung dengan klub divisi satu Gremio Barueri, Sao Paulo. Namun, cedera lutut yang cukup parah akibat kecelakaan membuatnya harus mengakhiri karier sepak bola profesionalnya lebih awal dari yang diinginkan.
Menghadapi kenyataan pahit tersebut, Ricardo Ramos tidak patah semangat. Saat ini, ia fokus mengembangkan usaha pusat kebugaran yang diberi nama New Fitness Center, berjarak hanya sekitar 300 meter dari rumahnya di Taubate, Rio de Janeiro. Ricardo Ramos berhasil menjadikan dirinya sebagai raja fasilitas kebugaran di kawasan tersebut, membuktikan bahwa kecintaannya pada olahraga tidak hanya berhenti di lapangan hijau.
Ricardo Ramos juga mengenang momen-momen indah selama memperkuat Persebaya Surabaya. Ia menyoroti antusiasme luar biasa para Bonek yang menurutnya melebihi fanatisme di Brasil.
Namun, tidak hanya kenangan manis yang diungkapkan Ricardo Ramos. Ia juga menyoroti beberapa aspek negatif persepakbolaan Indonesia, khususnya terkait profesionalisme wasit. Ricardo Ramos dengan lugas mengatakan bahwa di Indonesia, wasit bisa disuap, menggambarkan tantangan yang dihadapi pemain asing di liga tanah air.
Ricardo Ramos merasa terhormat menjadi bagian dari Persebaya Surabaya dan merayakan setiap golnya bersama Uston Nawawi dan Bejo Sugiantoro. Selebrasi khas Bonek begitu memukau baginya, bahkan melebihi apa yang ia alami di tanah kelahirannya. Kostum-kostum hijau yang masih disimpan rapi menjadi saksi bisu perjalanan Ricardo Ramos di tanah air.
Hari ini, Ricardo Ramos tidak lagi aktif di lapangan hijau, tetapi ia berhasil merajut kisah baru di dunia bisnis fasilitas kebugaran. New Fitness Center, pusat kebugaran yang dikelolanya, menjadi destinasi utama bagi para pencinta olahraga di kawasan Rio de Janeiro.
Kisah Ricardo Ramos mengajarkan kita bahwa meskipun terkadang kita harus mengakhiri satu babak, namun ada babak berikutnya yang menanti. Baginya, kecintaan pada sepak bola membuka jalan menuju dunia bisnis dan keberhasilan di luar lapangan.
Profil Ricardo Ramos, gelandang Persebaya Surabaya yang hanya bertahan setengah musim, mengandung sejuta makna. Dari antusiasme Bonek hingga tantangan persepakbolaan Indonesia, dari kenangan manis hingga bisnis fasilitas kebugaran di Rio de Janeiro. Ricardo Ramos, seorang Greem Force yang melangkah dengan bangga, meninggalkan jejak tak terlupakan di tanah air. Meski hanya sebentar, namun namanya akan selalu dikenang dalam sejarah Persebaya Surabaya dan oleh para Bonek yang tetap setia.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Link Live Streaming PSG vs Arsenal Malam Ini Final Liga Champions, Siaran Langsung Jam Berapa dan Tayang di TV Mana?
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
Bicara Kartu Merah: Arema FC Paling Brutal, Semua Perlu Belajar dari Borneo FC!
Berikut 3 Bek yang Dirumorkan Merapat ke Persebaya Surabaya! Ada Yusuf Meilana Hingga Bek Tengah Brasil
Prediksi Final Liga Champions 2026: PSG vs Arsenal, Les Parisiens Diunggulkan, The Gunners Butuh Keajaiban
Persib Bandung Ungkap Penyebab Masuk Daftar Banned FIFA, Bukan Tunggakan Gaji!
