
Uston Nawawi diharapkan mampu membantu pelatih utama Persebaya Surabaya dalam melakukan transisi kepelatihan dari komandonya sebagai pelatih sementara. (Angger Bondan/Jawa Pos)
JawaPos.com – Persebaya Surabaya pernah menemukan cahaya di ujung lorong yang gelap dalam sosok Uston Nawawi ketika menggantikan Aji Santoso, legenda sepak bola Indonesia tersebut berhasil mengakhiri paceklik kemenangan tim ketika itu. Namun, performanya masih belum stabil sampai pekan ke-23 sehingga menempatkan Persebaya Surabaya di papan tengah.
Berikut adalah profil dan perjalanan karier Uston Nawawi, pelatih sementara Persebaya Surabaya saat ini serta gelandang skuad juara Persebaya Surabaya 2004 dan top skor sepanjang masa Green Force.
Dari Dusun Klagen hingga Jadi Legenda Persebaya Surabaya
Uston Nawawi, lahir pada 6 September 1977 di Kota Sidoarjo, Jawa Timur, bukan hanya seorang pelatih sementara Persebaya Surabaya. Dia adalah sosok legendaris dalam sejarah klub, menorehkan prestasi gemilang sebagai gelandang pengatur serangan yang handal. Posisi ini memberinya penghargaan sebagai top skor sepanjang masa Green Force dengan koleksi 63 gol yang mengesankan.
Masa kecil Uston Nawawi di Dusun Klagen menciptakan fondasi kuat dalam sepak bola. Bersama teman-teman seprofesinya, seperti Sutaji, Nurul Huda, Hariono, Lucky Wahyu, dan Rendi Irwan, Uston Nawawi tumbuh dalam lingkungan yang mendorong keberhasilan. Gelandang menjadi posisi favorit di Klagen, sesuai dengan anjuran pembina mereka, Mas Wahyu, yang melihat gelandang sebagai kunci kecerdasan dan keberhasilan karier yang cepat.
Perjalanan Karier Pemain, Kejayaan Bersama Persebaya Surabaya dan Timnas Indonesia
Setelah menimba ilmu bersama PSSI Baretti di Italia, Uston Nawawi kembali ke Indonesia dan menjalani seleksi di tim PON Jatim pada 1996. Meskipun tidak lolos, Persebaya Surabaya memberinya kesempatan sebagai pemain magang, membuka pintu awal menuju kejayaan.
Awal karier Uston Nawawi di Persebaya Surabaya pada putaran pertama Liga Indonesia 1996/1997 tidak mencolok, tetapi perannya semakin besar di babak kedua. Gaya permainannya sejalan dengan strategi pelatih Rusdi Bahalwan yang mengoptimalkan gelandang serang untuk mencetak gol. Hasilnya, Persebaya Surabaya meraih trofi juara di musim itu.
Keberhasilan bersama Persebaya Surabaya membawa Uston Nawawi ke Timnas Indonesia, terutama dalam perhelatan SEA Games 1997. Di usia 19 tahun, dia menjadi bagian dari skuat 18 pemain, meskipun pengalamannya di final melawan Thailand membawa pengalaman pahit. Meski gagal sebagai penendang keempat dalam drama adu penalti, Uston Nawawi terus terpacu untuk tampil lebih baik.
Karier Pelatih dan Kembalinya ke Persebaya Surabaya sebagai Pelatih Sementara
Setelah gantung sepatu pada 2013, Uston Nawawi menempuh pendidikan kepelatihan dan pada 2016 menjadi pelatih kepala PSIR Rembang. Dari situ, perjalanannya membawa Uston Nawawi ke berbagai klub, termasuk Persebaya Surabaya U-21 dan Lampung FC di Liga 3 Indonesia.
Pada tahun 2021, Uston Nawawi mendapatkan tambahan peran baru di Persebaya Surabaya sebagai Direktur Teknik, peran baru yang menantang. Namun, kondisi tim yang sedang berada di bawah performa memerlukan tindakan cepat. Manajemen Green Force memutuskan untuk memberikan kesempatan kepadanya sebagai pelatih sementara setelah Aji Santoso diistirahatkan.
Kemenangan Bersama Persebaya Surabaya dan Visi Baru Uston Nawawi
Dengan penuh semangat, Uston Nawawi mengambil alih kendali sebagai pelatih sementara Persebaya Surabaya. Debutnya sukses membawa timnya mencuri poin di markas Bhayangkara FC, mengakhiri paceklik lima laga tanpa kemenangan. Prestasinya sebagai legenda Persebaya Surabaya yang kini mencoba merestorasi kejayaan klubnya menciptakan atmosfer optimisme di kalangan suporter.
Sebagai Direktur Teknik, Uston Nawawi juga mendapat mandat untuk menyinkronkan pemain junior dan memantau bakat-bakat muda yang berpotensi. Tugasnya tidak hanya terfokus pada skuat senior, tetapi juga menanamkan filosofi permainan khas Persebaya Surabaya pada generasi penerus.

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
