
Pelatih Persija Jakarta Thomas Doll membeberkan dua masalah terbesar yang ada di tim asuhannya saat ini.
JawaPos.com – Agustus menjadi periode yang tidak menyenangkan bagi Persija Jakarta. Lima pertandingan dilalui dengan catatan minor, selalu kebobolan.
Satu-satunya kemenangan yang bisa diraih, yaitu vs PSS pada 4 Agutus. Namun, gawang Macan Kemayoran pun ternoda satu gol (3-1). Selanjutnya, Persija imbang 1-1 dengan Borneo FC pada 9 Agustus, kalah 0-2 dari Madura United pada 13 Agustus, seri 2-2 dengan Arema FC pada 20 Agustus, dan kalah 0-2 dari Dewa United pada 25 Agustus. Total, delapan dari 11 gol bersarang ke gawang Persija dari lima laga terakhir.
Pelatih Thomas Doll sangat paham bahwa rapor itu adalah tren negatif yang harus segera diputus. Dia ingin saat tim besutannya menghadapi Persib di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Sabtu (2/9), pukul 15.00 WIB, sistem pertahanan Tim Ibu Kota harus lebih kuat.
Thomas Doll mengatakan bahwa pertahanan Macan Kemayoran wajib memiliki konsentrasi yang lebih lama. Menurutnya, Persija belum mampu berkonsentrasi selama 90 menit dalam menjaga kesucian gawangnya.
“Kami memerlukan pertahanan dengan konsentrasi selama 90 menit lebih. Bukan 60 atau 75 menit. Itu perubahan utama yang diperlukan tim,” ujar pelatih berpaspor Jerman tersebut.
Sementara itu, barisan pertahanan Persija yang kerap berubah-ubah selama periode Agustus disinyalir membuat Ondrej Kudela dan kawan-kawan tidak bisa menunjukkan pertahanan terbaiknya.
Selain harus kehilangan Muhammad Ferarri selama tujuh laga karena mengikuti pendidikan kepolisian, Persija kehilangan Hansamu Yama selama empat laga karena cedera lutut.
Walaupun Hansamu sudah ikut ke dalam skuad pada laga tandang melawan Dewa United, Thomas Doll merasa dirinya masih butuh waktu lagi agar bisa kembali ke performa maksimal.
“Hansamu (Yama) sempat mengalami cedera. Dia perlu waktu untuk pemulihan dan baru ikut sesi latihan beberapa kali,” kata mantan pelatih Borussia Dortmund tersebut.
Pelatih yang dulunya bermain untuk Eintracht Frankfurt itu menilai bahwa selama Hansamu cedera, bek muda Akbar Arjunsyah memanfaatkan kesempatannya dengan baik untuk mendapatkan waktu bermain.
“Akbar (Arjunsyah) yang selalu ikut berlatih dengan kami. Dia berusaha keras setiap latihan. Selain itu, kondisi Akbar selalu dalam kondisi yang fit,” ucap Thomas Doll.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
