
Uston Nawawi ditugaskan memimpin tim Persebaya saat berlatih pada Sabtu (28/10) sore.
JawaPos.com - Setelah lima laga tanpa kemenangan, Persebaya Surabaya berhasil bangkit. Green Force mampu mencatatkan brace kemenangan. Ada satu nama yang menjadi otak di balik kebangkitan itu: Uston Nawawi. Bagaimana bisa karteker Persebaya tersebut membawa perubahan? Berikut wawancara Uston dengan wartawan Jawa Pos Bagus Putra Pamungkas.
Coach, Anda ketiban sampur. Ditunjuk jadi karteker ketika performa tim sedang buruk. Apakah sempat terbebani?
Sama sekali tidak, Mas. Ngapain terbebani? Wong saya ini ibarat prajurit. Kalau diperintah, ya saya harus siap. Mau apa pun perintah itu. Istilahnya kan seperti itu.
Tapi, Coach mampu membawa Persebaya bangkit dengan meraih dua kemenangan. Apa sih yang Coach berikan kepada pemain?
Saya tidak memberikan apa-apa. Saya hanya mencoba membawa suasana ceria di ruang ganti. Pemain itu harus senang dan gembira. Saya juga tanaman 3K kepada semua pemain.
3K? Apa itu, Coach?
Kesadaran, keikhlasan, dan kerja keras. Gini, saya jelaskan. Tapi agak panjang.
Nggak masalah, Coach. Monggo...
Yang pertama, ada kesadaran. Kesadaran itu penting bagi pemain. Sebagai profesional, mereka kan harus sadar: siapa sih yang menggaji mereka selama ini? Mereka kan menerima gaji dari Persebaya. Ya, pemain harus sadar dan memberikan yang terbaik. Lalu, ada keikhlasan. Intinya adalah kami ikhlas di lapangan dan harus mengesampingkan hal-hal di luar sepak bola. Kalau kesadaran dan keikhlasan sudah terbangun, otomatis akan menumbuhkan kerja keras. Pemain akan fight di lapangan. Soal hasil, itu urusan belakang.
Apakah hal-hal seperti itu yang membuat tim bangkit?
Saya juga membawa cara yang sedikit berbeda. Saya selipkan hal-hal kecil yang sering saya lakukan dengan pemain. Seperti bicara empat mata atau face-to-face dengan pemain. Termasuk berbicara dengan pemain saat meeting.
Kabarnya, pemain juga bakal sering melakukan outbound di luar lapangan?
Iya benar. Saya sudah tahu soal itu. Itu acara antar pemain saja. Kalau bagi saya sih, tidak ada masalah. Wong acara seperti itu, menurut saya, malah bagus untuk menjalin keakraban dan komunikasi antar pemain. Dan itu akan membuat tim jauh lebih kompak.
Masih ada dua laga lagi yang akan Coach Uston lalui sebagai karteker. Apa ada target khusus?
Target saya tentunya ingin memberi yang terbaik kepada tim. Saya ingin membawa Persebaya terus meraih kemenangan.

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
