
DIANGGAP BUKAN PELANGGARAN: Bek Barito Putera Bagas Kaffa (kanan) menarik jersey Song Ui-yong hingga terjatuh.
JawaPos.com - Aji Santoso sempat gemas dengan kepemimpinan wasit Thoriq Alkatiri. Semua bermula ketika laga Persebaya Surabaya kontra Barito Putera memasuki menit ke-53.
Gelandang Green Force (sebutan Persebaya) Song Ui-yong dijatuhkan di kotak penalti. Suporter bergemuruh. Mereka yakin akan ada hadiah penalti. Tapi, Thoriq tidak meniup peluit sama sekali.
”Banyak yang bilang jersey Song ditarik pemain belakang lawan. Tapi, saya tidak mau protes. Saya tidak mau mempermasalahkan (kepemimpinan, Red) Mas (Thoriq) Alkatiri,” kata Aji seusai laga.
Pelatih Persebaya itu ogah memperpanjang polemik. Dia menganggap keputusan Thoriq tersebut sebagai hal yang wajar.
”Karena pandangan kami dari tim pelatih dengan wasit pasti berbeda. Saya respek dengan keputusan wasit. Karena wasit saat ini sudah ada perbaikan yang mulai meningkat,” beber mantan pelatih Persela Lamongan itu.
Laga di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Sabtu (8/7) sore tersebut berakhir imbang 1-1. Murilo Mendes membawa tim tamu unggul pada menit ke-28. Tendangan cut inside-nya membobol gawang Ernando Ari. Green Force membalas melalui cara yang sama lewat Bruno Moreira 16 menit berselang.
Aji menyayangkan hasil imbang itu. Sebab, Green Force dianggap punya banyak peluang. Di babak pertama saja, tercatat ada tiga tembakan on target.
”Peluang yang ada malah gagal dikonversi menjadi gol. Tentu ini jadi catatan saya. Harus diperbaiki di laga berikutnya. Agar away melawan PSIS Semarang lini depan bisa maksimal,” tegas pelatih asli Kepanjen, Kabupaten Malang, tersebut.
Aji juga tidak mau menyalahkan Sho Yamamoto. Winger asal Jepang itu ikut membuang peluang. Pada menit ke-14 dia tinggal berhadapan dengan kiper Barito Putera. Tapi, tembakannya pas di pelukan Ega Rizky. Sebelumnya Sho juga melakukan hal serupa di laga kontra Persis Solo (1/7).
”Bagi saya itu masih normal. Kompetisi baru dimulai. Kami harus segera menemukan peak,” imbuhnya.
Bagi Barito Putera, hasil kemarin memperpanjang rekor tak terkalahkan di GBT. Tiga laga, sekali menang dan dua kali imbang. Sang pelatih Rahmad Darmawan membeberkan kunci keberhasilan mengimbangi tuan rumah.
”Saya tahu Persebaya selalu bermain cepat. Kami meredam kecepatan itu dengan menunggu di sepertiga lapangan dan itu menurunkan tempo pertandingan,” terang pelatih yang akrab disapa RD tersebut.
RD senang dengan performa anak asuhnya. Bagi dia, hasil imbang sudah cukup memuaskan. ”Persebaya tim yang bagus. Kami mengucap alhamdulillah bisa diberi satu poin dalam partai away pertama. Jujur, laga berjalan dengan tidak mudah,” ungkap pelatih berusia 56 tahun itu.
Winger Barito Putera Rizky Pora juga puas dengan hasil seri. ”Kami mendapat banyak tekanan (dari suporter, Red) sepanjang laga, tapi masih bisa dapat satu poin. Ini awal musim yang bagus,” ucap dia. (gus/c9/bas)
HASIL SABTU (8/7)

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
