
JELANG KOMPETISI: Pemain baru Persis Moussa Sidibe saat berlatif jelang menghadapi Persebaya di Stadion Manahan Solo, kemarin (23/6).
Uji coba Persis versus Persebaya malam ini menandai Pasoepati dan Bonek untuk kali pertama nribun bersama sejak 2011. Di Kediri, laga melawan PSM tak ubahnya kompetisi telah dimulai bagi Persik.
BAGUS P.P., Solo – I.R. RIFADIN, Kediri
---
"COACH tahu ini apa?" ucap Mayor Haristanto kepada Aji Santoso sembari menunjuk pohon sawo yang ada di pojokan Museum Titik Nol Pasoepati, Solo.
Pohon tersebut meruncing ke atas, lebih mirip cemara. Tingginya mencapai 7 meter.
Di bagian batang, foto besar ditempel. Tampak pentolan Bonek, kelompok suporter Persebaya Surabaya, dan Pasoepati, kelompok pendukung Persis Solo, terlihat membawa bibit pohon dengan tulisan: pohon cinta Pasoepati dan Bonek. Di bagian bawah, ada tanggal foto itu dijepret: Solo, 8 Januari 2011.
"Itu adalah momen Bonek dan Pasoepati berdamai. Pohon cinta itu kami beli secara patungan dan kemudian ditanam di rumah saya,’’ jelas Haristanto, presiden pertama Pasoepati tersebut, di Solo kemarin (23/6).
Rumah di Jalan Kolonel Sugiyono itu kemudian disulap menjadi Museum Titik Nol Pasoepati. Tempat memorabilia Laskar Sambernyawa. Mulai dari jersey hingga sepatu mantan pemain. Semuanya benda mati, kecuali pohon cinta.
Lalu, setelah 12 tahun ditanam, bagaimana kondisinya? ’’Gak tau uwoh blas, cuma tambah duwur wae. Sing penting kudu dirumat. (Tidak pernah berbuah sama sekali, cuma tambah tinggi saja. Yang penting harus dirawat),’’ ungkap Haristanto.
Meski tidak berbuah, daunnya masih sangat lebat. Haristanto memang merawat pohon itu sepenuh hati.
Aji, pelatih Persebaya, tampak kaget. Dia menepuk-nepuk batang pohon cinta. Sesekali bersandar di batangnya. Aji tidak menyangka pohon cinta sudah setinggi itu.
Dia ingat betul proses damai pada 2011 tersebut. Kebetulan, saat itu dia menukangi Persebaya 1927, nama yang digunakan Persebaya semasa bermain di Indonesian Premier League.
’’Saya jelas tidak akan lupa, ini pohon bersejarah. Layak dinamakan pohon cinta, karena pohon ini yang menjaga hubungan baik antara Bonek dan Pasoepati,’’ terang pelatih 53 tahun itu.
Penyerahan pohon cinta pada 2011 itu sekaligus jadi momen terakhir Bonek dan Pasoepati nribun bareng di Stadion Manahan, Solo. Malam ini, setelah 12 tahun berselang, kesempatan itu datang lagi seiring bakal beruji cobanya kedua tim di Manahan.
SETELAH 12 TAHUN LEWAT: Pelatih Persebaya Aji Santoso (kanan) dan mantan Presiden Pasoepati Mayor Haristanto di Museum Titik nol Pasoepati, Solo, kemarin (23/6).

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
