Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 16 Mei 2023 | 17.00 WIB

Indonesia U-22 vs Thailand U-22, 26 Februari 2019: Terlalu Manis Untuk Dilupakan

Ramadhan Sananta - Ernando Ari. - Image

Ramadhan Sananta - Ernando Ari.

Final Sea Games 2023

JawaPos.com – Kategori kelompok umur sama. Lawan yang dihadapi juga sama. Bahkan, venue-nya tak berbeda. Mengulang kenangan manis 26 Februari 2019? Kenapa tidak!

Di hari itu, Indonesia berduel dengan Thailand di final Piala AFF U-22. Tertinggal dulu lewat gol Saringkan Promsupa, Merah Putih membalikkan keadaan dan memastikan gelar melalui Sani Rizki Fauzi serta Osvaldo Haay.

”Semangat empat tahun lalu itu yang coba kami usung di final kali ini,” kata Indra Sjafri, pelatih tim nasional U-22 yang juga menakhodai tim yang juara empat tahun silam tersebut, dalam jumpa pers kemarin (15/5).

Yang dimaksud Indra adalah final SEA Games 2023 melawan Thailand di Olympic Stadium, Phnom Penh, malam ini. Duel puncak itu mempertemukan dua tim yang tak terkalahkan sejak fase grup.

Tapi, perjalanan Indonesia untuk sampai ke final lebih istimewa lagi: menang terus dalam lima laga. Adapun Thailand sempat ditahan 1-1 dalam laga terakhir grup B melawan Vietnam, tim yang ditundukkan Indonesia 3-2 di semifinal.

Bagi Indonesia, final ini adalah kans kali kesekian untuk mengakhiri dahaga emas sepak bola SEA Games yang terakhir direbut pada 1991. Indra dan pasukannya sadar betul akan tingginya ekspektasi tersebut.

Karena itu, Indra dan backroom staff-nya sudah mempersiapkan semua. Dari aspek teknis, eks pelatih Bali United tersebut telah merekam semua permainan Thailand di SEA Games 2023. Dia menilai skuad Negeri Gajah Putih yang kini dilatih Issara Sritaro itu bermain cukup impresif.

”Tadi (kemarin, Red) dari jam 08.00–11.00 kami juga sudah menganalisis semua kekurangan dan kelebihan mereka,’’ ujar pria yang juga menjabat direktur teknik PSSI itu.

Setelah menganalisis cara bermain Thailand, Indra pun menyiapkan game plan yang pas untuk mengimbangi mereka. ”Soal bagaimana cara kami merespons mereka, silakan ditunggu besok (hari ini). Semoga game plan kami pas untuk menghadapi mereka,’’ kata pelatih yang sukses mengantarkan Evan Dimas Darmono dkk menjuarai Piala AFF U-19 edisi 2013 itu.

Jelang pertemuan melawan Thailand, tim yang sudah 14 kali merebut emas SEA Games, Indonesia juga kembali mematangkan psikologis para pemain. Menurut Manajer Garuda Nusantara Kombespol Sumardji, kehadiran psikolog sangat membantu.

”Paling tidak, yang bisa kami rasakan adalah menguatnya mental anak-anak. Itu adalah bagian evaluasi selama saya membawa timnas bersama Shin Tae-yong dan yang sekarang,’’ tutur chief operating officer (COO) Bhayangkara FC tersebut.

Mantan Kapolresta Sidoarjo itu melihat Rizky Ridho dkk jadi tidak mudah putus asa meski situasinya sangat sulit. Misalnya, dalam semifinal melawan Vietnam. Unggul dua kali selalu disamakan, salah satunya lewat own goal, juga kehilangan seorang pemain karena kartu merah, tapi akhirnya Garuda Nusantara bisa memetik kemenangan lewat gol penentu di injury time.

Indra berharap mental para pemain tetap terjaga dalam pertandingan puncak malam ini. Apalagi, bek Thailand Songchai Thongcham sudah melontarkan psywar meminta suporter Indonesia tidak datang ke stadion untuk menyaksikan final.

”Enggak (terpengaruh dengan psywar itu). Mereka sudah menjadi pesepak bola bukan setahun atau dua tahun,’’ tegas Indra.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore