
Starting XI Persegres Gresik United.
JawaPos.com – Tunggakan gaji pemain yang berlarut-larut menyeret manajemen Persegres Gresik United ke pengadilan. Sidang perdana kasus tunggakan gaji dilaksanakan di Pengadilan Hubungan Industrial Gresik, Senin (12/8).
Sidang seharusnya dimulai pukul 10.30 WIB. Sayang, manajemen Persegres mangkir. Hingga pukul 13.30, perwakilan manajemen tak kunjung datang. Alhasil, sidang ditunda dan akan kembali digelar Selasa mendatang (20/8).
Hal itu membuat Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI) kecewa berat. Sebab, kasus yang disidangkan merupakan kejadian lama. Yakni, utang gaji pemain Persegres di Liga 1 musim 2017. Kuasa hukum APPI Aprianto Hutomo menjelaskan, secara total ada 22 pemain yang gajinya belum dilunasi pada musim 2017. Total yang harus dibayarkan oleh Persegres Rp 458 juta.
”Manajemen Persegres mengakui punya tunggakan gaji. Tapi, sampai sekarang kok belum ada iktikad baik,” katanya. Bahkan, mereka mangkir pada sidang perdana. Nah, hal itu membuat APPI akan bertindak tegas. Rencananya, mereka segera menyurati PSSI. ”Kami minta PSSI tidak lagi melibatkan Persegres dalam kompetisi sepak bola Indonesia selama tunggakan belum dilunasi,” sambung anggota tim legal APPI Jannes H. Silitonga.
Artinya, Persegres terancam tidak bisa tampil di Liga 3 pra putaran nasional bulan depan. Jannes menjelaskan, ketegasan PSSI sangat dibutuhkan agar tidak ada kasus serupa di kemudian hari. ”Kalau gaji musim 2017 saja belum dibayar, bisa saja nanti pemain baru senasib dengan (pemain, Red) yang sebelumnya,” tambah Jannes.
Parahnya, bukan hanya gaji musim 2017 yang tertunggak. Gaji pemain saat Persegres berlaga di Liga 2 musim lalu juga belum beres. Mantan gelandang Persegres David Faristian tak menampik hal itu. Tapi, dia ingin fokus menuntaskan gaji musim 2017 dulu. Setelah itu, baru tunggakan musim 2018. ”Dulu sempat dijanjikan akan dibayar, tapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut,” ucap dia.
Untuk musim 2017, gaji David yang belum dibayarkan Rp 49 juta. Itu adalah tunggakan gajinya selama dua bulan. ”Menurut saya, jumlah itu sangat besar. Kebutuhan untuk keluarga terus jalan, tapi pemasukan tidak ada. Saya berharap bisa segera dilunasi,” kata pemain asli Gresik tersebut.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
