
Persiraja siap menantang Aceh United dalam laga bertajuk derby
JawaPos.com - Dua tim kebanggaan masyarakat Aceh yang sedang bertarung di kompetisi Liga 2 2018 akan saling berhadapan pada pekan ke-10. Laga yang akan dihelat di Stadion Harapan Bangsa (SHB), Selasa (23/7) malam WIB, diprediksi akan menyita perhatian publik sepak bola Aceh.
Laga ini disebut sebagai "Derby Aceh Baru" dan bukan tanpa alasan. Pasalnya Aceh United merupakan tim baru dengan harapan besar. Pertemuan kedua tim ini menjadi yang pertama di kompetisi Liga 2. Sejarah mencatat, dalam benak pencinta sepak bola Aceh, hanya ada satu "Duel Klasik", yaitu Persiraja versus PSAP Sigli.
Aceh United dan Persiraja sedang berjuang keras untuk lolos ke Liga 1. Minimal, keduanya harus masuk 4 besar zona Wilayah Barat. Andai hal tersebut dapat diwujudkan, peluang untuk menyaksikan tim Aceh di kasta tertinggi sepak bola Indonesia akan menjadi kenyataan.
Hanya saja, menjelang putaran pertama usai dengan menyisakan dua laga sisa, baik Aceh United dan Persiraja masih bertengger di urutan 5 dan 6 klasemen sementara Liga 2. Kedua tim ini, punya ambisi yang sama untuk menyapu bersih laga sisa tersebut.
Duel tim yang hanya dipisahkan jarak 6,7 km dari markas Persiraja, Stadion H Dimurthala ke SHB, kandang Aceh United, layaknya perang saudara. Keduanya lahir dari rahim sepak bola provinsi Aceh. Ada rivalitas dalam sekam yang baranya terus menyala namun tak kentara. Persiraja dengan hegemoni kegemilangan sejarah dan Aceh United sebagai manifestasi wajah modern sepak bola Aceh di masa depan.
Rivalitas yang akan tersaji dalam Derby Aceh Baru diharapkan tidak sampai merusak persaudaraan. Karena bagaimanapun, keduanya adalah tim Aceh, yang bahkan kostum home-awaynya identik; oranye dan putih. Secara statistik pun beda tipis, dalam 9 laga yang telah dimainkan, keduanya menang 3 kali, kalah 3 kali dan seri 3 kali. Yang membedakan hanya produktivitas gol. Persiraja mampu menjaringkan 17 gol, sedangkan Aceh United 13 gol.
Pelatih dari kedua kubu, Simon Pablo dan Akhyar Ilyas serempak menyuarakan harapannya bahwa rivalitas ini hanya berlangsung 90 menit saja. Selebihnya tetaplah saudara, keduanya juga mewanti-wanti agar tidak adanya provokasi yang dapat memicu anarkisme di lapangan.
Suguhan permainan yang apik antara Aceh United vs Persiraja merupakan sebuah keniscayaan yang wajib disuguhkan kepada pencinta sepak bola Aceh. Derby Aceh Baru, idealnya dapat menjadi oase di tengah dahaga berkepanjangan publik sepak bola Aceh terhadap pertandingan maupun prestasi tim-tim Aceh.
Kedua tim Aceh ini sudah saling mengenal baik para pemain, permainan maupun kedalaman skuad. "Kami kenal baik pemain mereka dan begitu juga mereka dengan pemain kami. Apalagi kami pernah bekerja sama dengan coach (Persiraja) Akhyar di PSSB Bireuen, di proyek Alumni Paraguay dan di Persikutim Kutai Timur (Kalimantan)," tutur Simon seperti dilansir Rakyat Aceh (Jawa Pos Group).
Dia memprediksi pertandingan akan berjalan sangat ketat, dimana kedua tim berusaha untuk meraih kemenangan. Terkait persiapan Aceh United, pelatih berkebangsaan Chile ini mengaku berjalan baik. "Kami sudah melakukan latihan tadi pagi dan akan latihan lagi sebentar malam di SHB dan sore (kemarin) di lapangan Montasik," sambungnya.
Hanya saja, tim berjuluk Laskar Iskandar Muda terancam tanpa bintang utamanya, Syakir Sulaiman yang notabene menjadi arsitek lini tengah Aceh United sekaligus top skor tim ini. "Kami ada dua pemain cedera pada saat ini, Syakir Sulaiman tidak bisa main lawan Persiraja dan Basri Lohy masih dievaluasi perkembangan dalam dua hari kedepan," cemas Simon.
Sementara itu, hal senada juga diutarakan pelatih Persiraja, hematnya pertandingan ini sama seperti pertandingan lainnya, yang membedakan hanya soal sebutan Derby. Dia mengaku punya harapan Persiraja dapat mendulang poin.
"Saya melihat ini pertandingan biasa, sama seperti lainnya. Beda karena kami sudah saling mengenal saja. Yang pasti rivalitas hanya 90 menit, tentunya harapan kita pertandingan nanti bisa menghibur masyarakat dan semoga bisa mendapatkan hasil terbaik," sebut Akhyar.
Lebih jauh, Akhyar optimistis mampu berbuat banyak, anak asuhnya siap bertarung dan mengerahkan segenap kemampuan yang ada. "Ini adalah pertandingan final buat kami, tentunya kami ingin menutup sisa laga di putaran pertama dengan manis," tutup Akhyar.
5 Laga Terakhir Aceh United
20/07/18 Aceh United 2-2 PSPS Riau
14/07/18 Semen Padang 1-0 Aceh United
09/07/18 Cilegon United 4-0 Aceh United
04/07/18 Aceh United 3-1 Persika Karawang
13/05/18 Persita 2-3 Aceh United

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
