
Photo
JawaPos.com - Pelatih Persebaya Surabaya, Angel Alfredo Vera, mengaku ogah mempelajari kelebihan dan kelemahan Persela Lamongan. Dirinya menilai fokus pada tim sendiri lebih penting. Alfredo Vera memang lebih fokus pada persiapan tim untuk menghadapi Persela di Stadion Surajaya, Jumat (30/3).
Persela dan Persebaya akan kembali berjumpa setelah sewindu tidak bersapa. Tahun 2010 menjadi kesempatan terakhir bagi kedua tim untuk bertatap muka. Setelah itu Persebaya tenggelam dalam dualisme sebelum akhirnya bangkit padad 2017.
Alfredo Vera sangat serius mempersiapkan racikan terbaik yang akan dia terapkan di Surajaya. Pelatih asal Argentina itu ingin racikannya diaplikasikan secara sempurna oleh Rendi Irwan Saputra cs.
“Kami selalu pikirkan tim kami terlebih dahulu. Apa yang harus kami lakukan dan bisa kami antisipasi, apa yang mungkin bisa terjadi di pertandingan lawan Persela. Kami tidak pelajari tim lawan, kami fokus pelajari tim kami sendiri,” jelas Alfredo Vera.
“Menurut saya semua tim di Indonesia punya permainan hampir sama. Mungkin cuma berbeda kualitas pemainnya saja. Dari situ bisa ada perbedaan keseimbangan dengan tim-tim yang lain,” imbuh mantan juru racik Persipura Jayapura itu.
Kendati mengesampingkan kesempatan untuk mempelajari kekuatan lawan, Alfredo Vera tak menutup mata. Maklum saja, manajemen atau asisten pelatih memberikan sejumlah masukan tentang Persela.
“Saya tidak melihat video (pertandingan Persela). Mungkin mereka punya pemain baru sedangkan saya terlalu fokus dengan tim sendiri. Kalau ada masukan dari manajer atau asisten, saya akan menerima apa yang harus kami waspadai,” jelasnya.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
