
Setelah sepuluh tahun masa bakti bersama tim biru langit, pemain senior Taufiq Kasrun memutuskan berpisah dengan Persela Lamongan
JawaPos.com - Kompetisi Liga 1 2017 menjadi tahun terakhir Taufiq Kasrun bersama Persela Lamongan. Melalui akun Instagram miliknya, pesepak bola 32 tahun tersebut mengumumkan perpisahannya bersama klub berjuluk Laskar Joko Tingkir tersebut.
Taufiq menjadi salah satu pemain senior yang harus tersingkir dari Persela menyusul program regenerasi yang diusung oleh tim pelatih dan manajemen tim. Persela akan tampil berbeda pada kompetisi Liga 1 2018 menyusul banyaknya pemain muda yang merapat ke tim ini.
Kondisi tersebut juga disadari oleh Taufiq. Meski berharap untuk menutup karier sepak bolanya bersama Persela, namun Taufiq juga harus menerima dan mendukung apa yang saat ini sedang dibangun oleh tim biru langit tersebut.
"Semoga dengan proses regenerasi ini Persela bisa semakin sukses, jaya dan berprestasi dari tahun-tahun sebelumnya," tulis pemain yang acap kali bermain sebagai fullback tersebut.
Taufiq juga mengajak seluruh pecinta Persela untuk mempercayai proyek regenerasi yang tengah dijalankan oleh manajemen dan tim pelatih. Taufiq yakin apa yang saat ini terjadi di tim Persela, tak lain demi kebaikan tim kebanggan warga Lamongan itu.
"Tetap selalu support Persela dan manajemen apapun keadaan mereka. Meski saya sudah tidak berseragam biru muda lagi, tapi percayalah saya akan selalu cinta dan dukung tim yang membesarkan namaku ini," tegas mantan penggawa Tim Nasional (Timnas) U-23 tersebut.
Taufiq Kasrun telah membela Persela sejak tahun 2005 silam. Ia sempat hijrah pada musim 2008-2009 untuk merapat ke Persitara Jakarta Utara. Setahun kemudian Taufiq kembali memperkuat Persela mulai 2009 hingga 2012.
Sempat hijrah ke Sriwijaya FC pada tahun 2012, Taufiq kembali membela panji Persela mulai 2013 hingga 2017. Secara keseluruhan Taufiq sudah mengabdikan sepuluh tahun karier sepak bolanya untuk Laskar Joko Tingkir. Taufiq berharap bisa kembali ke Persela suatu saat nanti.
"Saya berharap suatu saat bisa kembali lagi ke rumah dan bisa memakai baju kebesaran biru muda lagi. Entah masih jadi pemain, atau sudah jadi pelatih," tutup Taufiq.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
