
ILUSTRASI: Mafia sepak bola. Pemain asal Korsel ungkap pernah akan disuap mafia sepak bola Indonesia
JawaPos.com - Pemain asal Korea Selatan, Park Chul-hyung, membeberkan fakta pengaturan skor di Indonesia. Dia bahkan pernah akan disuap untuk mengalah pada sebuah pertandingan, tetapi dia menolak.
Nama Park Chul-hyung tak asing bagi sepak bola Indonesia. Sejak datang pada 2010 lalu ke Indonesia, dia memperkuat sejumlah klub. Mulai dari Persema Malang, Semen Padang, PSPS Pekanbaru, Persela Lamongan, Gresik United, hingga Mitra Kukar.
Dalam akun Youtube Korea Reomit, Park Chul-hyung membeberkan bahwa dirinya pernah coba disuap oleh mafia sepak bola Indonesia. Namun hal itu ditolaknya secara mentah-mentah.
"Mereka datang kepada saya untuk minta memanipulasi pertandingan, tetapi saya tolak. Saya mau jadi atlet sepak bola untuk jangka panjang. Dijanjikan nominal besar, tetapi saya tak tahu apakah itu benar diberikan seperti yang dijanjikan," beber Park Chul-hyung.
Park Chul-hyung menyebut kalau pasaran mafia di sepak bola Indonesia sangat besar. Bahkan bursa taruhan sangat menarik untuk pemenang.
"Kalau ada yang pasang uang Rp 10 juta untuk klub bawah, maka dia akan mendapat Rp 70 juta untuk yang memasang klub dengan peringkat bawah. Penghasilan inilah yang dicari oleh orang seperti itu," ungkap Park Chul-hyung.
Pemain yang diberi tawaran, lanjut dia, rata-rata berposisi sebagai bek atau kiper. Kalau penyerang diminta untuk tak mencetak gol. "Kalau saya bek, diminta pura-pura jatuh atau terpeleset. Tinggal kipernya juga sudah disuap. Jadi sudah ada perjanjian arah tendangannya dan terjadilah gol," tutup Park Chul-hyung.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
