
Egy Maulana Vikri menjadi pahlawan dengan dua golnya ke gawang Myanmar.
JawaPos.com - Egy Maulana Vikri menjadi protagonis saat Timnas U-19 Indonesia membungkam tuan rumah, Myanmar, pada laga perdana Piala AFF U-18 2017, Selasa (5/9). Dua gol Egy membawa Indonesia menang 2-1. Seusai laga, Egy mengatakan, brace yang dicetaknya dipersembahkan untuk seorang bernama Catur Yuliantono.
Nama Catur Yuliantono memang mendadak banyak diperbincangkan kalangan pencinta sepak bola Indonesia dalam beberapa hari terakhir. Dia adalah suporter Timnas Indonesia yang tewas akibat korban insiden "petasan nyasar" di dalam stadion.
Momen pilu itu hadir selepas laga persahabatan antara Timnas Indonesia dengan Fiji di Stadion Patriot, Sabtu (2/9). Diketahui, seorang oknum suporter menyalakan petasan seusai laga. Tragisnya, petasan itu "nyasar" ke tribune lain dan meledak tepat di dekat Catur. Mengalami luka parah akibat luka di bagian kepala, nyawa Catur tak bisa diselamatkan.
Musibah itu turut mengundang perhatian di kalangan insan sepak bola Indonesia. Termasuk striker Bali United, Irfan Bachdim, yang belakangan diketahui diidolai Catur. Irfan, seusai mencetak gol Bali United ke gawang Sriwijaya FC, langsung menunjukkan tulisan nama Catur Yuliantono di bagian belakang kaus dalam yang dikenakannya. Pria berdarah Belanda itu secara khusus mendedikasikan golnya untuk Catur.
Bentuk simpati untuk Catur tak berhenti sampai di sana. Egy Maulana, yang mencatat brace ke gawang Myanmar di laga pembuka Piala AFF U-18, turut melakukan hal yang sama. Seusai pertandingan, Egy pun secara khusus mempersembahkan dua golnya itu untuk Catur, pria yang mungkin tak dikenalnya.
"Gol saya persembahkan untuk keluarga, pendukung Timnas, dan almarhum Catur Yuliantono," ucap pemain bernomor punggung 10 itu.
Egy pun mengaku bangga dengan torehan dua golnya. Namun, dia enggan larut dalam euforia dan tetap bersikap rendah hati meski namanya kini mulai dielu-elukan oleh suporter Indonesia.
"Senang kami bisa memenangkan pertandingan. Kami menang karena permainan tim bukan karena individu saya. Kami sudah pelajari semua permainan Myanmar, jadi kami punya formula untuk mengatasi mereka," tuturnya.
Bermodal kemenangan di laga perdana, Egy kini menatap Piala AFF U-18 dengan optimisme. Peluang juara dinilai cukup terbuka lebar. "Fokus untuk laga selanjutnya lawan Filipina, kami tetap patok kemenangan. Mohon doa dan dukungan warga Indonesia agar kami menjadi juara Piala AFF U18," tutup Egy.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
