Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 5 September 2017 | 19.28 WIB

Saya dan PSIM

SETIA: Brajamusti saat mendukung PSIM di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya. - Image

SETIA: Brajamusti saat mendukung PSIM di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya.


Ceritanya begini, kampung saya adalah produsen lapen (minuman keras lokal Jogja). Nah, sembari menonton PSIM di tribun ekonomi, biasanya gentho-gentho kampung saya ini membawa lapen. Duduk dan menikmati lapen, juga kadang-kadang teriak-teriak kalau pemain lawan melakukan tekel ngawur.

Rata-rata konco kampung saya malas ikut bergerak dengan penonton yang berkoreografi. Maka jadilah aktivitas nonton sepak bola di Mandala Krida ini adalah ngombe pindah panggon. Tak peduli kalah menang, yang penting guyub. (Kalau di Inggris budaya ngebir, di Rusia minum vodka, maka di Mandala Krida adalah ngelapen).


Ekstase kepada PSIM mencapai puncak ketika PSIM juara Divisi I tahun 2005. Pendukung PSIM menggelar pesta dimana-mana. Termasuk di kampung saya. (Sayangnya setelah promosi ke Divisi Utama setahun kemudian, PSIM mundur akibat gempa yang membuat tak mungkin ikut berkompetisi).


Simbah kakung saya kian marah ketika tahu saya ikut bleyer-bleyer karena PSIM juara. Saya pun didiamkan di rumah, tak disapanya. Namun yang namanya simbah, pasti luluh juga dengan putu alias cucunya. Kebatuan simbah kakung cuma bertahan dua hari. Dia kembali menyapa dan cuma berkata ”Ojo nganti kebablasen yen seneng PSIM,” Maaf mbah, sampai hari ini saya belum menuruti pesan tersebut.


Dirgahayu PSIM yang ke-88.

Editor: Administrator
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore