Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 14 Februari 2017 | 04.30 WIB

Indra Sjafri Comot 4 Pemain dari Seleksi Timnas U-19 di NTT

Pelatih Indra Sjafri berpose bersama 35 peserta seleksi Timnas U-19 di wilayah NTT. - Image

Pelatih Indra Sjafri berpose bersama 35 peserta seleksi Timnas U-19 di wilayah NTT.

JawaPos.com - Pelatih Timnas U-19 Indonesia, Indra Sjafri, Sabtu (11/2) lalu telah merampungkan seleksi pemain U-19 untuk wilayah NTT di Lapangan sepak bola SSB Bintang Timur di Atambua. Sebanyak 3-4 pemain terpilih dari seleksi yang diikuti 36 orang pemain


Ke-36 talenta muda itu merupakan hasil seleksi tahap awal yang dilakukan di Kupang (7-8 Februari) dan Atambua (10 Februari) oleh panitia yang dibentuk. Proses seleksi dilakukan dalam bentuk game, 36 pemain dibagi dalam 3 tim, dan saling berhadapan.


Dari 36 pemain tersebut, sekira 4 pemain diantaranya berpeluang dipanggil untuk mengikuti seleksi lanjutan Timnas U-19 pada Maret nanti.


"Dari hasil seleksi kemarin dari 36 peserta seleksi ada sekitar empat orang pemain yang mungkin akan dipanggil untuk mengikuti seleksi lanjutan," ungkap Indra saat mengikuti pertandingan ekshibisi bersama komunitas Masyarakat Gila Bola (Masgibol) NTT yang terlibat dalam proses seleksi tersebut di lapangan Akademi Bali United Kupang, Minggu (12/2) kemarin.


Dari sekitar 4 pemain yang dinilainya memiliki potensi untuk dipanggil mengikuti seleksi lanjutan, ada yang berposisi sebagai gelandang, pemain depan, dan ada juga pemain belakang. "Kalau tidak empat, berarti tiga pemain. Tetapi saya belum pastikan berapa jumlahnya. Tapi saya pikir dua atau tigalah," kata Indra.


Untuk tahapan berikunya, lanjut Indra, para pemain diminta menunggu sampai Maret, kalau dipanggil. "Per 1 Maret kita sudah lakukan seleksi lanjutan,  karena masih menunggu teman-teman dari asprov lainnya menyelesaikan seleksi," bebernya.


"NTT merupakan Asprov pertama  yang kita seleksi. Jadi kita menunggu asprov-asprov lain, kemudian  baru kita seleksi lanjutan. Dan nantinya akan ada tes fisik, kesehatan, dan psikotes," imbuhnya.


Dilihat dari materi pemain yang mengikuti seleksi tersebut, menurutnya, hampir semua provinsi potensi sepak bolanya  berimbang, "Tetapi saya melihat ada nilai lebih dari NTT dan sudah terbukti," sebutnya.


Dipaparkannya, dimulai dari awal dulu saat dirinya menemukan Yabes Roni Malaifani, dan sekarang ini banyak pemain NTT yang bisa berkiprah di level tertinggi sepak bola Indonesia seperti Alsan Sanda dan pemain lainnya.


"Saya melihat juga potensi pemain yang ikut seleksi kemarin, mereka cukup bagus-bagus dan tinggal bagaimana mendevelop mereka ke depannya," ungkapnya.


Indra juga memberikan saran, jika sepak bola NTT ingin lebih cepat pengembangannya, tentu harus ada perhatian dari pemerintah daerah dan dari Asprov serta pengusaha yang ada di NTT.


"Tidak cukup hanya perhatian, dari sisi finansial, tetapi juga harus memperbanyak pelatih, meningkatkan kualitasnya, supaya nanti potensi itu benar-benar berkembang maksimal," ingatnya.


Dengan potensi dan talenta sepak bola yang ada di NTT, harusnya bisa jadi penyemangat untuk bersaing di tingkat nasional. "Sepak bola di NTT umumnya, khusunya di Kota Kupang harus ada suport dari pemerintah, Asprov Askab dan suport dari pengusaha yang ada di NTT dan Kupang," tambahnya.


Dalam kesempatan tersebut, Indra juga menyampaikan terima kasihnya kepada David Fulbertus yang hampir satu tahun belakangan ini menjalin kerja sama untuk mengembangkan Akademi Bali United di Kupang.


"Dalam waktu dekat kita akan mulai membina pemain-pemain di Akademi Bali United ini yang dikelola David untuk anak-anak terbaik yang ada di NTT," bebernya.

Editor: Irawan Dwi Ismunanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore