
Pelatih Indra Sjafri berpose bersama 35 peserta seleksi Timnas U-19 di wilayah NTT.
JawaPos.com - Pelatih Timnas U-19 Indonesia, Indra Sjafri, Sabtu (11/2) lalu telah merampungkan seleksi pemain U-19 untuk wilayah NTT di Lapangan sepak bola SSB Bintang Timur di Atambua. Sebanyak 3-4 pemain terpilih dari seleksi yang diikuti 36 orang pemain
Ke-36 talenta muda itu merupakan hasil seleksi tahap awal yang dilakukan di Kupang (7-8 Februari) dan Atambua (10 Februari) oleh panitia yang dibentuk. Proses seleksi dilakukan dalam bentuk game, 36 pemain dibagi dalam 3 tim, dan saling berhadapan.
Dari 36 pemain tersebut, sekira 4 pemain diantaranya berpeluang dipanggil untuk mengikuti seleksi lanjutan Timnas U-19 pada Maret nanti.
"Dari hasil seleksi kemarin dari 36 peserta seleksi ada sekitar empat orang pemain yang mungkin akan dipanggil untuk mengikuti seleksi lanjutan," ungkap Indra saat mengikuti pertandingan ekshibisi bersama komunitas Masyarakat Gila Bola (Masgibol) NTT yang terlibat dalam proses seleksi tersebut di lapangan Akademi Bali United Kupang, Minggu (12/2) kemarin.
Dari sekitar 4 pemain yang dinilainya memiliki potensi untuk dipanggil mengikuti seleksi lanjutan, ada yang berposisi sebagai gelandang, pemain depan, dan ada juga pemain belakang. "Kalau tidak empat, berarti tiga pemain. Tetapi saya belum pastikan berapa jumlahnya. Tapi saya pikir dua atau tigalah," kata Indra.
Untuk tahapan berikunya, lanjut Indra, para pemain diminta menunggu sampai Maret, kalau dipanggil. "Per 1 Maret kita sudah lakukan seleksi lanjutan, karena masih menunggu teman-teman dari asprov lainnya menyelesaikan seleksi," bebernya.
"NTT merupakan Asprov pertama yang kita seleksi. Jadi kita menunggu asprov-asprov lain, kemudian baru kita seleksi lanjutan. Dan nantinya akan ada tes fisik, kesehatan, dan psikotes," imbuhnya.
Dilihat dari materi pemain yang mengikuti seleksi tersebut, menurutnya, hampir semua provinsi potensi sepak bolanya berimbang, "Tetapi saya melihat ada nilai lebih dari NTT dan sudah terbukti," sebutnya.
Dipaparkannya, dimulai dari awal dulu saat dirinya menemukan Yabes Roni Malaifani, dan sekarang ini banyak pemain NTT yang bisa berkiprah di level tertinggi sepak bola Indonesia seperti Alsan Sanda dan pemain lainnya.
"Saya melihat juga potensi pemain yang ikut seleksi kemarin, mereka cukup bagus-bagus dan tinggal bagaimana mendevelop mereka ke depannya," ungkapnya.
Indra juga memberikan saran, jika sepak bola NTT ingin lebih cepat pengembangannya, tentu harus ada perhatian dari pemerintah daerah dan dari Asprov serta pengusaha yang ada di NTT.
"Tidak cukup hanya perhatian, dari sisi finansial, tetapi juga harus memperbanyak pelatih, meningkatkan kualitasnya, supaya nanti potensi itu benar-benar berkembang maksimal," ingatnya.
Dengan potensi dan talenta sepak bola yang ada di NTT, harusnya bisa jadi penyemangat untuk bersaing di tingkat nasional. "Sepak bola di NTT umumnya, khusunya di Kota Kupang harus ada suport dari pemerintah, Asprov Askab dan suport dari pengusaha yang ada di NTT dan Kupang," tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Indra juga menyampaikan terima kasihnya kepada David Fulbertus yang hampir satu tahun belakangan ini menjalin kerja sama untuk mengembangkan Akademi Bali United di Kupang.
"Dalam waktu dekat kita akan mulai membina pemain-pemain di Akademi Bali United ini yang dikelola David untuk anak-anak terbaik yang ada di NTT," bebernya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
