Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 12 Februari 2017 | 15.05 WIB

Mantan Kiper Petro Ingin Jadi Bagian Kebangkitan Persebaya

MERAPAT: M.Hadi diproyeksikan menjadi pelatih kiper Persebaya Surabaya. - Image

MERAPAT: M.Hadi diproyeksikan menjadi pelatih kiper Persebaya Surabaya.


JawaPos.com- Kalau ada yang selalu diceritakan M. Hadi kepada orang-orang di kampungnya di Gresik semasa masih aktif bermain, itu bukan saat timnya menang. Atau berapa nilai kontraknya di Petrokimia Putra.



Yang justru senantiasa dia banggakan adalah saat berhasil menangkap atau menepis tembakan dan tandukan penyerang Persebaya Surabaya Mustaqim. ’’Mustaqim penyerang top dan main di klub besar. Jadi, bangganya luar biasa,’’ kenang Hadi.



Dengan kalimat lain, kenangan itu mewakili betapa terkesannya Hadi kepada Persebaya. Klub yang tak pernah dia bela karena seluruh karirnya dihabiskan di Gresik.



Namun, kesempatan itu datang kini, meski tentu tidak sebagai kiper. Melainkan sebagai pelatih kiper tim berjuluk Green Force tersebut. Hadi pun tak menyia-nyiakan peluang itu. ’’Saya ingin jadi bagian dari kebangkitan (Persebaya). Sebuah kebanggaan bisa bergabung dengan tim dengan sejarah panjang,” kata Hadi yang musim lalu menjadi pelatih kiper Gresik United.



Pria 50 tahun tersebut tidak mempermasalahkan status Persebaya yang harus berjuang dari Liga 2. Menurut dia, justru di situlah letak momen kebangkitan sesungguhnya dari pemilik dua gelar Liga Indonesia tersebut.



Sabtu (11/2) Hadi turut mendampingi para pemain Green Force mengikuti tes fisik di Universitas Negeri Surabaya. ’’Saya ke sini (Unesa) ingin mengenal tim lebih dulu. Kalau proses resminya ya Senin (besok),’’ kata Hadi.



Dia juga sudah tidak asing dengan salah satu kiper Persebaya, Dimas Galih. Sebab, Dimas merupakan polesannya di putaran kedua Indonesia Soccer Championship 2016 di Gresik United.



Bergabungnya Hadi melengkapi struktur backroom staff Persebaya. Dia akan dibantu Dedy Sutanto untuk sektor penjaga gawang. Sebelumnya, ada pelatih kepala Iwan Setiawan dan dua asistennya, Ahmad Rosidin-Lulut Kistono, plus staf statistik Noor Arief.



Namun, Ahmad-Lulut tidak sendiri. Rencananya, mereka dibantu Jefri Prasetiyo. Untuk posisi masseur, ada Yok Sebastian dan Madrai yang selama ini juga hampir tidak absen mengawal Persebaya berproses. (io/dit/c17/ttg)


Editor: Miftakhul F.S
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore