
Bryan Cesar akan dipasangkan dengan Robi Kriswantoro sebagai double pivot Persiba Balikpapan.
JawaPos.com - Skema baru bakal diterapkan Persiba Balikpapan untuk mengimbangi permainan Persib. Pelatih Timo Scheunemann memproyeksikan Bryan Cesar dan Robi Kriswantoro sebagai double pivot guna meredam agresivitas Maung Bandung.
Kedua tim dijadwalkan bertemu dalam lanjutan Grup C Piala Presiden 2017 di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Minggu (12/2). Memainkan double pivot dalam skema 4-2-3-1, memang menjadi pilihan Timo sebagai peredam keagresifan gelandang Maung Bandung.
Di lini kedua Persib, bercokol-nama-nama beken yang punya kualitas apik, salahs atunya Shohei Matsunaga. Jika diberi ruang kosong, gelandang berpaspor Jepang itu bisa mengancam jala yang dikawal Kurniawan Kartika Ajie.
Dari sisi sayap kiri, ada nama Erick Weeks Lewis. Aksi individu dan umpan yang dikirim pemain asal Liberia tersebut tidak diragukan lagi. Jika dia diberi keleluasaan, tentu saja dia bisa memberi suplai ke striker haus gol Sergio van Dijk. Plus winger yang punya skill dan kecepatan di atas rata-rata, Febri Hariyadi.
“Kami sengaja memasang double pivot untuk membantu tugas center back. Baik mengantisipasi umpan terobosan maupun saat terjadi crossing,” kata Timo kemarin.
Hadirnya double pivot diharapkan mampu menjembatani aliran bola dari belakang ke depan. Di laga perdana kontra Persela Lamongan (6/2), suplai bola dari lini pertahanan kerap tersendat. Bola yang seharusnya sudah dikirim ke para gelandang serang, terpaksa kembali ke bek lagi.
“Pada saat membangun serangan, kami berharap dua double pivot ini bisa jadi jembatan dan menekan lebih ke depan. Sehingga pemain di depannya lebih leluasa memainkan bola,” imbuh Timo.
Rencananya, gelandang muda Bryan Cesar yang dipercaya menjalankan tugas tersebut. Menggantikan peran yang sebelumnya dipegang Gideon Way. Bryan bakal diduetkan dengan pemain muda lainnya, Robi Kriswantoro.
“Saya memilih Bryan daripada Gideon, karena dia punya kelebihan dalam mengalirkan bola. Sebelumnya saya katakan peluang Bryan sangat besar masuk line-up. Nah, saat ini dia sudah ready, jadi untuk apa ditunda lagi,” tuturnya.
Di laga perdana, Timo memilih Gideon sebagai starter karena dia ingin memberi ketenangan kepada lini belakang. Pemain asal Papua ini dinilai paling siap menghadapi tekanan di laga perdana. Plus keunggulan dalam hal mobilitas. “Kalau tidak ada regulasi baru, saya pakai Gideon dan Bryan. Tapi karena harus memainkan pemain muda, saya pasang Robi dan Bryan,” pungkasnya. (ndu/er/k9/ira/JPG)

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
