
Suasana Singa Mania saat mendukung Sriwijaya FC
JawaPos.com - Rasa haru, sedih dan kesal masih mendekam dihati para suporter Sriwijaya FC. Namun, kecintaan Singa Mania terhadap tim berjuluk Laskar Wong Kito ini tetaplah besar. Mereka berjanji setia akan terus mengawal dan mendukung setiap pertandingan meski berada di kasta Liga 2 Indonesia.
Perjalanan panjang telah dilewati Sriwijaya FC sebelum terlempar ke Liga 2 Indonesia.Klub ini dibentuk usai dibeli Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) dari Solo, yakni Persijatim Solo FC di tahun 2004 dan sebelum berganti nama menjadi Sriwijaya FC.
Pasca pembelian, perjuangan Sriwijaya FC pun dimulai. Tahun 2005, klub ini harus berjuang keluar dari zona degradasi di Liga 1 Indonesia. Mereka lolos dari zona degradasi setelah mengakhiri musim dengan bercokol di peringkat 9.
Tim pun terus berbenah diri di musim berikutnya. Tim besutan pelatih Rahmad Darmawan ini pun berhasil menciptakan sejarah dengan menjuarai Liga Indonesia di tahun 2007 dan Juara Coppa Indonesia. Tim ini pun merupakan tim paling fair play versi grup Jawa Pos.
Di tahun 2009, Laskar Wong Kito pun masuk dalam AFC meskipun belum bisa menjuarai turnamen klub terbesar di Asia tersebut. Di tahun 2012, di bawah besutan pelatih Kashartadi, Sriwijaya FC pun berhasil mengulang sejarah double winner.
Perjalanan Sriwijaya FC terus berjalan lancar sampai petaka datang di tahun 2018. Usai menjuarai Piala Gubernur Kaltim, tim kebanggaan Sumsel ini terus dilanda permasalahan internal hingga akhirnya beberapa pemain pun harus dilepas. Buntut kisruh ini harus dibayar mahal. Sriwijaya FC terdegradasi ke Liga 2 Indonesia.
"Sebangai suporter ini sangat menyakitkan dan kecewa," kata Dirijen Singa Mania, Yokhe Odank saat dihubungi, Minggu (16/12).
Meskipun begitu, Yokhe meyakini bahwa ini bukan akhir dari segalanya. Ia dan ribuan Singa Mania lainnya juga akan terus mendukung dan mengawal setiap pertandingan Sriwijaya FC.
Yokhe juga berharap agar petinggi PSSI memberantas para mafia sepak bola yang sudah mencederai sportivitas di Liga 1 Indonesia. Manajemen Sriwijaya FC pun diharapkan bisa membawa kembali tim kebanggannya itu ke Liga 1 Indonesia.
"Kejadian ini harus jadi introspeksi semua pihak jangan sampai merusak tim kebanggaan Sumsel ini," katanya.
Suporter Sriwijaya FC lainnya, Surya, 35, juga mengaku sedih tim kesayangannya harus terdampar di Liga 2.
"Kami janji akan selalu setia mendukung Sriwijaya FC agar dapat bangkit dan kembali ke Liga 1 Indonesia," singkatnya.
Terpisah, Plt Dirut PT SOM Muddai Maddang mengakui bahwa sebagai pemilik saham Sriwijaya FC, dirinya sangat masygul hati atas terdegradasinya Sriwijaya FC. "Kami menargetkan tahun 2020 kembali lagi ke liga 1 Indonesia," ujarnya.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
