Semen Padang FC kalah 0-4 dari Bhayangkara FC di Stadion Sumpah Pemuda. (Istimewa)
JawaPos.com–Performa Semen Padang kembali jadi sorotan setelah kekalahan telak dari Bhayangkara FC yang membuat posisi mereka kian terjepit di papan bawah super league. Alih-alih bangkit dari zona merah, Kabau Sirah justru makin terbenam dalam ancaman degradasi yang kian nyata.
Bertanding pada pekan ke-23 Super League 2025/2026 di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Selasa (24/2) malam, Semen Padang FC tak berkutik. Mereka dihajar tuan rumah Bhayangkara FC dengan skor mencolok 0-4.
Kekalahan atas Bhayangkara ini terasa menyakitkan untuk Semen Padang karena datang di momen krusial saat tim butuh tambahan poin untuk keluar dari zona degradasi super league. Momentum yang sempat diharapkan menjadi titik balik justru berubah jadi mimpi buruk.
Padahal, sebelumnya Semen Padang punya catatan cukup meyakinkan saat menghadapi tim-tim besar seperti Persija Jakarta, Bali United FC, dan Malut United FC.
Optimisme itu runtuh ketika menghadapi tekanan nyata dari tuan rumah. Petaka mulai datang pada menit ke-27 ketika winger Bhayangkara Moussa Sidibe, sukses mengeksekusi penalti. Gol itu membuat mental bertanding Kabau Sirah langsung goyah.
Situasi makin sulit setelah menit ke-35 Semen Padang harus bermain dengan 10 pemain. Gelandang Boubakary Diarra menerima kartu kuning kedua usai melanggar keras Wahyu Subo Seto.
Kartu merah tersebut menjadi titik balik yang meruntuhkan organisasi permainan tim tamu. Dalam kondisi pincang, lini pertahanan Semen Padang makin mudah ditembus.
Memasuki babak kedua, Bhayangkara kembali mendapat hadiah penalti pada menit ke-50. Kali ini Ryo Matsumura yang maju sebagai algojo dan menuntaskannya dengan sempurna.
Skor 2-0 membuat Semen Padang makin kehilangan arah permainan. Tiga menit berselang, Moussa Sidibe kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-53.
Mantan pemain Persis Solo itu mencetak gol setelah menyambut sodoran Privat Mbarga dari sisi kiri pertahanan lawan. Pertahanan Kabau Sirah benar-benar tak mampu mengimbangi kecepatan dan agresivitas tuan rumah.
Penderitaan Semen Padang belum berhenti sampai di situ. Pada menit ke-74, Bernard Henry Doumbia menambah derita lewat gol keempat Bhayangkara.
Skor 4-0 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan wasit. Kekalahan telak ini menjadi tamparan keras bagi tim kebanggaan masyarakat Sumatera Barat.
Pelatih Semen Padang FC Dejan Antonic tak menampik hasil buruk tersebut. Dia mengakui timnya kalah dalam banyak aspek di laga ini.
”Kita kalah di laga ini. Selamat untuk Bhayangkara FC. Kita dapat dua penalti dan juga kartu merah. Ini jadi pelajaran penting untuk Semen Padang,” kata Dejan Antonic.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
