
Jefferson Silva jadi senjata mematikan Bernardo Tavares di Persebaya Surabaya. (Persebaya)
JawaPos.com — Persebaya Surabaya mulai menunjukkan kematangan taktik dengan memaksimalkan detail kecil yang kerap dianggap sepele dalam sepak bola modern. Di era Bernardo Tavares, Green Force tampak meniru pendekatan tim Liga Inggris, Liverpool dengan menjadikan lemparan ke dalam sebagai senjata strategis.
Kesamaan itu terasa relevan setelah hubungan simbolik Persebaya Surabaya dan Liverpool mencuri perhatian publik pada 2025.
Kedua klub sempat saling menyapa lewat papan LED di Stadion Anfield dan Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya.
Liverpool membuka sapaan dengan tulisan “Yaopo Kabare Suroboyo?” di Anfield. Persebaya Surabaya membalasnya dengan “Kabar Apik, Liverpool!” yang langsung viral dan mendapat respons positif dari suporter kedua kubu.
Di luar momen simbolik tersebut, inspirasi Liverpool kini benar-benar diterjemahkan Persebaya Surabaya di dalam lapangan. Salah satu contohnya terlihat jelas pada pemanfaatan lemparan ke dalam dalam laga kompetitif.
Pada pekan ke-18 Super League 2025/2026, Persebaya Surabaya sukses mengalahkan PSIM Yogyakarta dengan skor meyakinkan 3-0.
Dalam laga debutnya, Jefferson Silva langsung menjadi aktor penting dalam skema tersebut.
Bek kiri asal Brasil itu bermain penuh selama 90 menit dan tampil solid di lini belakang. Jefferson juga menyumbangkan satu assist yang lahir dari situasi lemparan ke dalam terencana.
Assist tersebut berawal dari lemparan ke dalam Jefferson yang diarahkan ke Bruno Moreira. Bola kemudian diteruskan kepada Bruno Paraiba yang mencetak gol pada menit ke-73.
Peran Jefferson dalam laga itu menunjukkan bagaimana Persebaya Surabaya mulai memberi nilai lebih pada situasi bola mati sederhana. Lemparan ke dalam tak lagi sekadar formalitas, melainkan bagian dari konstruksi serangan.
Dengan kaki kiri dominan, Jefferson memberi variasi permainan di sisi kiri. Ia lugas saat bertahan dan cepat dalam membantu transisi menyerang.
Statistik debutnya pun mencerminkan kontribusi menyeluruh. Jefferson mencatat lima intersep, lima sapuan, satu assist, dan akurasi umpan 66 persen dari 23 percobaan.
Ia juga beberapa kali mengirim umpan berbahaya dari sisi kiri lapangan. Sayangnya, peluang tersebut belum berbuah gol tambahan bagi Persebaya Surabaya.
Jefferson mengaku bersyukur bisa langsung memberi dampak positif bagi tim.
“Saya sangat bersyukur bisa menjalani debut dengan hasil positif. Assist ini saya persembahkan untuk tim dan seluruh Bonek yang selalu memberi dukungan,” ujarnya.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Link Live Streaming PSG vs Arsenal Malam Ini Final Liga Champions, Siaran Langsung Jam Berapa dan Tayang di TV Mana?
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
Bicara Kartu Merah: Arema FC Paling Brutal, Semua Perlu Belajar dari Borneo FC!
Berikut 3 Bek yang Dirumorkan Merapat ke Persebaya Surabaya! Ada Yusuf Meilana Hingga Bek Tengah Brasil
Prediksi Final Liga Champions 2026: PSG vs Arsenal, Les Parisiens Diunggulkan, The Gunners Butuh Keajaiban
Persib Bandung Ungkap Penyebab Masuk Daftar Banned FIFA, Bukan Tunggakan Gaji!
