
Pelatih Timnas Indonesia John Herdman. (Wikipedia.org/Antara)
JawaPos.com–Pemain timnas Kanada Jonathan David menyebut, mantan pelatihnya yang kini melatih timnas Indonesia John Herdman, sebagai sosok pelatih yang kaya taktik.
David, yang diberikan debut di timnas Kanada oleh John Herdman pada September 2018 mengatakan, mantan pelatihnya itu selalu punya segudang rencana di setiap pertandingan, tergantung siapa lawan yang dihadapi.
”Dia selalu tahu apa yang harus dilakukan dan memiliki taktik yang berbeda untuk setiap pertandingan,” kata pemilik 37 gol untuk timnas Kanada yang kini membela Juventus itu, dari keterangan resmi yang diberikan PSSI seperti dilansir dari Antara, Senin (5/1).
Herdman menunjukkan dia bukan tipe pelatih yang terpukau pada satu pola. Saat menangani timnas Kanada, dia menargetkan timnya menjadi yang paling fleksibel di CONCACAF.
Alih-alih terkunci dalam satu filosofi misalnya penguasaan bola, serangan balik cepat, atau pressing tinggi, Kanada malah tampil layaknya bunglon. Sebab, mereka mampu menyesuaikan strategi sesuai kebutuhan pertandingan.
Fleksibilitas itu tercermin dalam pilihan formasi. Herdman kerap berpindah dari 3-4-2-1, 4-4-2, 3-5-2, hingga 4-2-3-1, bahkan berganti struktur di tengah laga.
”Kami senantiasa mencoba memahami struktur dan adaptasi seperti apa yang bisa menciptakan kekacauan terbesar untuk lawan,” kata Herdman via Onesoccer.
”Banyak pelatih mengatakan sulit mempersiapkan taktik melawan Kanada, karena kami seperti bunglon: satu pertandingan bermain 3-4-3, pertandingan berikutnya 5-3-2, lalu berikutnya 4-4-2 box,” kata dia menambahkan.
Brandon Liss, analis teknik Toronto FC, pernah memberi kesaksian soal Herdman. Toronto tampil dengan gaya menyerang yang beragam, seperti kadang berorientasi penguasaan bola, kemudian di momen lain lebih sabar dan memukul lewat serangan balik.
Pendekatan yang dilakukan Herdman bukan tanpa alasan. Herdman selalu memulai pekerjaannya dari pemahaman terhadap pemain.
Di Kanada, dia berbicara dengan lebih dari 40 pemain untuk menggali motivasi, identitas, dan tujuan. Dari sana ia membangun fondasi kepercayaan, rasa aman, dan kultur kerja kolektif. Setelah mentalitas tim terbentuk, tahap berikutnya adalah membangun fleksibilitas taktik.
Pendekatan yang dilakukan Herdman di Kanada membawa negara ini bermain di Piala Dunia 2022 Qatar, Piala Dunia pertama untuk mereka setelah penanti 36 tahun.
”Kami melatih beberapa formasi berbeda yang bisa kami ubah di tengah pertandingan atau antarpertandingan. Dampaknya, lawan sulit membaca kami,” ujar pelatih 50 tahun asal Inggris itu, dikutip dari CoachesVoice.
Herdman juga selalu memiliki orang kepercayaan khusus untuk mengawal budaya dan kesehatan mental pemain. Dengan sumber daya khusus itu Herdman menjalankan rencana budaya agar semangat tim selalu bergerak menuju tujuan menjadi yang terbaik.
Pengalaman menghadapi tim-tim Asia juga menjadi modal penting bagi Herdman saat mulai menangani timnas Indonesia, dengan agenda terdekat menjalani FIFA Series pada Maret.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
