
Striker PSIM Jogja Rafinha dikabarkan akan bergabung dengan PSIS Semarang (Instagram.com/@raffinha07)
JawaPos.com-Klub BRI Super League PSIM Yogyakarta melepas penyerang asing Rafinha ke klub Pegadaian Championship PSIS Semarang jelang paruh musim 2025/2026. Dikutip dari laman resmi klub, Senin, Manajer PSIM Yogyakarta Razzi Taruna menjelaskan langkah transfer ini merupakan hasil kesepakatan yang telah dipikirkan secara matang.
"Kami berdiskusi untuk mencari solusi terbaik bersama-sama. Akhirnya, kami sepakat melepas Rafa (nama panggilan pemain bernama lengkap Rafael De Sa Rodrigues tersebut ) ke PSIS Semarang," kata Razzi.
Manajemen PSIM Yogyakarta juga turut memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi Rafa selama berseragam Laskar Mataram dan Razzi menilai sang pemain memiliki andil besar dalam prestasi tim hingga saat ini.
"Kami berterima kasih kepada Rafa atas kontribusinya selama ini, dari musim lalu sampai sekarang. Rafa sudah banyak membantu PSIM, termasuk menjadi bagian penting klub saat promosi ke Liga 1 Indonesia," kata dia.
Sementara itu, Rafinha merasa misinya di PSIM Yogyakarta telah tuntas seiring keberhasilan tim promosi ke kasta tertinggi dan ia merasa bangga bisa menjadi bagian dari sejarah kebangkitan Laskar Mataram.
Pemain berkebangsaan Brasil tersebut mengaku berat meninggalkan Yogyakarta, karena ia memiliki ikatan emosional yang mendalam dengan tim, suporter Laskar Mataram, dan Kota Yogyakarta.
"Saya datang ke sini dengan misi membawa PSIM naik ke Liga 1. Ketika musim berakhir dan PSIM promosi, saya merasa sangat senang dan bangga," kata Rafinha.
"Saya rasa, saya tidak akan pernah merasakan momen seperti ini lagi. Perasaan saya sekarang campur aduk, antara sedih dan senang," kata dia.
Pada musim 2024/2025, pemain berusia 33 tahun tersebut menjadi aktor penting dibalik keberhasilan PSIM Yogyakarta lolos ke kasta tertinggi dengan mencetak 20 gol dari 22 pertandingan di ajang Liga 2.
Meski menjadi sosok penting, pada musim 2025/2026, Rafinha tidak mampu bersaing di lini depan PSIM Yogyakarta dan hanya tampil sebanyak tiga pertandingan dengan 59 menit bermain sejauh ini. (*)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
