
OPTIMISTIS: Uston Nawawi percaya diri bisa mengatasi strategi Persija Jakarta yang diarsiteki pelath kaliber Eropa, Thomas Doll.
JawaPos.com — Bukan Shin Sang-gyu yang berdiri di pinggir lapangan, melainkan Uston Nawawi yang memimpin Persebaya Surabaya saat menjamu Persijap Jepara. Laga tunda pekan ke-8 Super League 2025/2026 itu digelar di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Minggu (28/12/2025), dengan tekanan besar di pundak tim tuan rumah.
Uston Nawawi dipercaya memimpin langsung Green Force karena pelatih kepala Bernardo Tavares belum bergabung bersama tim.
Manajemen memilih tetap mengandalkan staf pelatih yang ada demi menjaga stabilitas tim di tengah kompetisi yang berjalan ketat.
Pelatih sementara Persebaya Surabaya itu menegaskan fokus utama tim jelang laga adalah menjaga sikap dan mental pemain.
Ia meminta seluruh skuad tidak memandang sebelah mata Persijap meski lawan berada di papan bawah klasemen.
"Tim pelatih telah melakukan evaluasi usai laga terakhir melawan Borneo FC sebagai bagian dari persiapan menghadapi Persijap. Yang terpenting saya ingatkan kepada semua pemain jangan sampai meremehkan Persijap,” kata Uston, Sabtu (27/12/2025).
Menurut Uston, keunggulan statistik tidak bisa dijadikan jaminan kemenangan di lapangan. Ia menilai setiap pertandingan di kompetisi ini menuntut konsentrasi penuh sejak menit awal hingga peluit akhir.
Pelatih berlisensi AFC Pro itu juga mengingatkan bahaya laten jika tim bermain dengan rasa percaya diri berlebihan. Sedikit saja lengah, situasi tersebut bisa berbalik menjadi tekanan bagi Persebaya Surabaya sendiri.
Jika terlalu meremehkan, lanjutnya, kondisi itu justru akan menjadi bumerang bagi tim kebanggaan Arek-Arek Suroboyo. Ia tidak ingin pengalaman pahit itu kembali terulang dalam laga penting ini.
Uston menegaskan target kemenangan menjadi harga mati untuk menjaga momentum positif tim. Ia ingin Persebaya Surabaya kembali merasakan kemenangan setelah hasil yang kurang maksimal dalam beberapa laga terakhir.
“Kami wajib bermain maksimal dan meraih tiga poin, itu harga mati,” ucap Uston. Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan ambisi Persebaya Surabaya untuk bangkit di hadapan pendukung sendiri.
Persebaya Surabaya memang tengah berada dalam periode yang kurang ideal musim ini. Dari 14 pertandingan, tim mencatat empat kemenangan, tujuh hasil imbang, dan tiga kekalahan.
Produktivitas gol Green Force tercatat 17 gol dengan jumlah kebobolan 15 gol. Catatan itu menunjukkan keseimbangan permainan yang belum sepenuhnya stabil sepanjang musim berjalan.
Hasil imbang yang terlalu sering membuat posisi Persebaya Surabaya sulit menembus papan atas klasemen. Situasi tersebut menjadi sorotan utama jelang laga melawan Persijap yang dianggap krusial.

Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs RD Kongo: Vitinha Incar Gol Pertamanya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
7 Weton Tulang Wangi Darah Manis yang Disukai Mahluk Halus Menurut Primbon Jawa, Weton Anda Termasuk?
Daftar Pemain Ghana dan Panama di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Debut Bersejarah Wakil Asia Terancam di Laga Pertama
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Timnas Portugal vs RD Kongo, Duel Pembuka Grup K Piala Dunia 2026 yang Sarat Ambisi
Surat Pernyataan Manajer Kopdes Merah Putih Bocor di Medsos, Undur Diri Kena Denda Rp 100 Juta?
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
