Persebaya Surabaya wajib evaluasi dan tak boleh cetak gol bunuh diri lagi. (Persebaya Surabaya)
JawaPos.com - Persebaya Surabaya secara tak terduga tersendat di papan tengah klasemen sementara Super League hingga paruh musim ini. Padahal, tim berjuluk Green Force tersebut difavoritkan menjadi kandidat juara.
Hal itu bukan tanpa alasan, karena musim lalu, Persebaya mengakhiri Liga 1 dengan duduk di posisi empat. Bahkan, pada awal hingga jelang paruh musim, Bruno Moreira dkk sempat memimpin beberapa bulan di puncak klasemen.
Musim ini, Persebaya memang mengganti pelatih Paul Munster yang cukup sukses musim lalu dengan juru taktik asal Spanyol, Eduardo Perez. Harapannya adalah menghadirkan permainan yang menghibur sekaligus meraih banyak kemenangan.
Namun, nyatanya, Persebaya malah terseok-seok. Hal itu bahkan sudah terlihat sejak laga pembuka Super League, di mana secara mengejutkan ditaklukkan tim promosi PSIM Yogyakarta di Stadion Gelora Bung Tomo dengan skor tipis 0-1.
Green Force kemudian sempat meraih beberapa hasil positif, misalnya menang atas tuan rumah Persita Tangerang dan juga tim kuat Bali United di hadapan para Bonek. Namun, sekitar sebulan sejak bergulirnya Super League, Persebaya seringkali tersendat.
Hingga akhirnya setelah laga menjamu Arema FC, pihak manajemen resmi memecat Eduardo Perez. Total, mantan asisten pelatih Luis Milla itu hanya meraih empat kemenangan dari 11 pertandingan.
Sejak 22 November, Persebaya ditangani caretaker dan belum menunjuk pelatih kepala baru. Dalam tiga pertandingan yang sudah dilalui sejak kepergian Eduardo Perez, mereka meraih tiga hasil imbang.
Dua laga dipimpin oleh Uston Nawawi, yaitu saat menghadapi Bhayangkara Presisi dan PSM Makassar, dan satu pertandingan dipimpin Shin Sang-gyu, yaitu ketika menjamu Borneo FC, Sabtu (20/12).
Dengan tambahan tiga laga imbang, maka Persebaya kini sah bergelar raja imbang, dengan total meraih tujuh hasil seri dari 13 pertandingan, terbanyak di antara tim Super League lainnya. Satu tim lainnya yang memiliki capaian jumlah hasil seri yang sama sejauh ini adalah PSM Makassar, namun posisinya lebih baik, yaitu peringkat tujuh.
Meski baru saja meraih hasil imbang atas pemuncak klasemen Borneo FC, caretaker Persebaya Shin Sang-gyu menilai timnya telah ada peningkatan performa.
"Hasil pertandingan memang tidak sesuai harapan, namun peningkatan permainan tim menjadi catatan penting, terutama dari sisi kerja kolektif dan performa individu pemain," kata Shin seperti dikutip dari Antara.
Shin juga menilai ada peningkatan kondisi fisik pemain Green Force yang layak mendapat apresiasi dari Bonek.
"Fisik itu tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi fondasi bagi penerapan taktik seperti high pressing dan intensitas permainan," pungkasnya.
Persebaya kini sedang memburu pelatih kepala baru untuk mengarungi paruh kedua musim. Bernardo Tavares dan Shin Tae-yong sempat menjadi kandidat, namun hingga kini belum ada tanda-tanda kuat siapa pelatih yang akan ditunjuk pihak manajemen.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
