
Persebaya Surabaya main high pressing saat lawan Borneo FC. (Persebaya Surabaya)
JawaPos.com — Persebaya Surabaya main high pressing lawan Borneo FC dan menampilkan energi berbeda sepanjang laga pekan ke-15 Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bung Tomo. Hasil imbang 2-2 memang belum ideal, namun jejak gemblengan fisik Shin Sang-gyu terlihat jelas dalam intensitas permainan Green Force.
Asisten pelatih Persebaya Surabaya Shin Sang-gyu mengapresiasi respons para pemain yang mampu menjaga agresivitas sejak menit awal hingga laga berakhir.
Ia menilai progres permainan menjadi modal penting bagi tim untuk menatap sisa kompetisi yang masih panjang dan menantang.
"Hasil pertandingan memang tidak sesuai harapan, namun peningkatan permainan tim menjadi catatan penting, terutama dari sisi kerja kolektif dan performa individu pemain," kata Shin, Sabtu (20/12/2025).
Pernyataan itu mencerminkan optimisme staf pelatih melihat fondasi permainan mulai terbentuk meski kemenangan belum diraih.
Sepanjang laga, Persebaya Surabaya tampil berani dengan garis pertahanan tinggi dan tekanan agresif ke area lawan sejak fase awal build-up Borneo FC.
Pola high pressing itu memaksa lawan lebih sering melepaskan umpan panjang dan kehilangan kenyamanan dalam mengalirkan bola.
Pendekatan tersebut tentu menuntut kondisi fisik prima, dan Shin menyebut aspek fisik menjadi pekerjaan utama dalam program latihan tim.
Ia menegaskan fisik menjadi dasar penting agar pemain mampu menjalankan taktik dengan disiplin dan konsisten selama 90 menit.
"Fisik itu tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi fondasi bagi penerapan taktik seperti high pressing dan intensitas permainan," tuturnya.
Kalimat itu seolah menjawab apresiasi suporter yang melihat Persebaya Surabaya tampil lebih ngotot dan berani berduel dibanding laga-laga sebelumnya.
Perubahan juga terlihat dari keberanian Persebaya Surabaya menekan meski secara statistik penguasaan bola hanya 45 persen.
Borneo FC unggul dengan 55 persen penguasaan bola, namun dominasi tersebut tidak selalu berbanding lurus dengan efektivitas serangan.
Dalam catatan statistik, Persebaya Surabaya mencatatkan 376 total umpan dengan 307 di antaranya sukses, menghasilkan akurasi 82 persen.
