
OPTIMISTIS: Uston Nawawi percaya diri bisa mengatasi strategi Persija Jakarta yang diarsiteki pelath kaliber Eropa, Thomas Doll.
JawaPos.com — Sampai 7 Desember 2025, Persebaya Surabaya belum punya pelatih kepala usai mengumumkan pemecatan Eduardo Perez pada 22 November 2025. Kondisi ini membuat manajemen harus bergerak cepat karena regulasi I.League 2025/2026 mengharuskan klub mendaftarkan pelatih baru maksimal 30 hari sejak pemberitahuan resmi kepada operator liga.
Situasi tersebut membuat ruang gerak Persebaya Surabaya semakin sempit menjelang akhir tahun. Regulasi memberi batas waktu yang ketat sehingga klub tak bisa menunda keputusan penting pada posisi pelatih kepala.
Perhitungan waktu menjadi perhatian serius karena Persebaya Surabaya harus mengirimkan pemberitahuan pemutusan kontrak kepada PSSI dan I.League maksimal tiga hari setelah pengumuman.
Artinya deadline pendaftaran pelatih baru jatuh pada 25 Desember 2025.
Jika terlambat, Persebaya Surabaya akan dikenai denda Rp 100 juta sesuai Pasal 19 Regulasi I.League.
Dendanya bisa membengkak menjadi tambahan Rp 200 juta pada periode 30 hari berikutnya jika klub tetap belum mendaftarkan pelatih kepala.
Tekanan ini hadir ketika tim sedang berjuang mencari konsistensi di lapangan. Persebaya Surabaya baru saja menahan imbang PSM Makassar 1-1 di Stadion Gelora B.J. Habibie pada 6 Desember 2025.
Laga berlangsung ketat dengan kedua tim saling mengancam sejak menit awal. Persebaya Surabaya pulang dengan satu poin dan menempati posisi sembilan klasemen sementara dengan 13 poin.
Di balik hasil tersebut, pekerjaan rumah terbesar masih sama: mencari pelatih baru sesegera mungkin. Uston Nawawi yang kini berperan sebagai pelatih interim terus memimpin sesi latihan sambil menunggu keputusan manajemen.
Kondisi tanpa pelatih kepala cukup riskan di tengah padatnya jadwal Desember. Persebaya Surabaya harus menjalani dua laga kandang penting sebelum menutup tahun.
Borneo FC akan menjadi lawan pertama pada 20 Desember 2025 di Gelora Bung Tomo. Laga ini bisa menjadi momentum kebangkitan sekaligus ajang pemantauan bagi calon pelatih baru.
Empat hari berselang, tenggat waktu semakin dekat dan tekanan makin menguat. Persebaya Surabaya dijadwalkan menjamu Persijap Jepara pada 28 Desember 2025.
Laga kontra Persijap berpotensi menjadi pertandingan pertama pelatih baru bila proses administrasi selesai tepat waktu. Jika belum, Persebaya Surabaya menghadapi risiko denda besar dari operator liga.
Kehadiran pelatih kepala menjadi simbol stabilitas yang kini sangat dibutuhkan skuad Green Force. Tim membutuhkan figur pemimpin yang mampu mengembalikan arah permainan dan menjaga motivasi pemain.
Interim coach seperti Uston tetap punya batas dalam kewenangannya. Klub wajib memiliki pelatih definitif yang sesuai kualifikasi lisensi sesuai aturan liga.

Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Ada Pemain Bali United yang Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan, Bonek Sebutkan 3 Nama Termasuk Irfan Jaya
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terbaru Per 1 Juni 2026, Dex Series Turun, Pertamax Turbo Naik
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
