
Gali Freitas mencoba melewati penjagaan pemain Bhayangkara FC, Sani Rizki. (Dok. Persebaya)
JawaPos.com - Gali Freitas kembali mencuri perhatian setelah meraih rating tertinggi dalam laga Persebaya Surabaya yang berakhir imbang 1-1 kontra Bhayangkara Presisi Lampung FC. Penampilan eksplosifnya di sisi sayap membuat Green Force tetap memiliki daya dobrak sampai menit akhir.
Persebaya Surabaya membawa pulang satu poin dari Stadion PKOR Sumpah Pemuda dalam duel ketat yang berlangsung Jumat malam. Hasil imbang ini menempatkan mereka di posisi ke-8 klasemen sementara dengan 17 poin.
Sejak babak kedua dimulai, Green Force langsung menggebrak lewat serangan cepat dan intens.
Empat menit berjalan, Bruno Moreira nyaris membawa tim tamu unggul setelah melewati penjagaan Lautaro Jose dan melepaskan tembakan mendatar yang melenceng tipis.
Tekanan Persebaya Surabaya terus meningkat dan peluang emas hadir pada menit ke-55. Mihailo Perovic mengirim umpan cutback matang kepada Malik Risaldi yang langsung menyambar bola, tetapi kiper Aqil Savik melakukan blok krusial.
Momentum menyerang Persebaya Surabaya tetap terjaga dan salah satu motor utamanya adalah Gali Freitas. Menit ke-64, pemain Timor Leste itu mengirim umpan terukur kepada Mihailo di kotak penalti meski penyelesaiannya masih melambung.
Jual beli serangan berjalan cepat saat laga memasuki menit ke-75. Kedua tim sama-sama kesulitan menciptakan ancaman berarti hingga akhirnya dilakukan pergantian pemain untuk meningkatkan intensitas.
Caretaker Uston Nawawi memasukkan Rizky Dwi menggantikan Malik Risaldi guna menambah kecepatan di sektor sayap. Pergantian ini membuat Persebaya Surabaya tetap agresif dalam menekan pertahanan Bhayangkara FC.
Namun tuan rumah juga tak tinggal diam dan hampir memecah kebuntuan pada menit ke-80 lewat sundulan Nehar Sadiki. Ernando Ari tampil impresif dengan terbang menepis bola yang mengarah ke tiang jauh.
Justru Persebaya Surabaya yang akhirnya membuka skor dua menit kemudian melalui situasi kemelut. Bola liar disambar Catur Pamungkas dan upaya clearance Putu Gede membuat bola masuk ke gawang sendiri sehingga Green Force memimpin 0-1.
Sayangnya keunggulan itu tidak bertahan sampai peluit akhir.
Bhayangkara FC menyamakan kedudukan pada menit 90+8 lewat sundulan Dendy Sulistyawan yang memanfaatkan lemparan ke dalam dan mengarah ke tiang jauh tanpa mampu dijangkau Ernando.
Skor 1-1 bertahan sampai laga usai meski Persebaya Surabaya terus berusaha bangkit pada detik-detik akhir. Hasil imbang ini jadi gambaran betapa kerasnya duel yang berlangsung sepanjang 90 menit lebih.
Di balik hasil tersebut, performa individu para pemain Persebaya Surabaya menjadi sorotan, terutama rating tinggi yang diterima Gali Freitas. Pemain yang dikenal lincah ini mendapatkan nilai 7.8, tertinggi di antara semua pemain yang tampil.
Gali terlihat dominan dalam penguasaan bola di sisi kiri dan menjadi kreator serangan yang menyulitkan pertahanan Bhayangkara FC. Beberapa umpannya menciptakan peluang berbahaya yang seharusnya bisa menjadi gol untuk Green Force.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Link Live Streaming PSG vs Arsenal Malam Ini Final Liga Champions, Siaran Langsung Jam Berapa dan Tayang di TV Mana?
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
Bicara Kartu Merah: Arema FC Paling Brutal, Semua Perlu Belajar dari Borneo FC!
Berikut 3 Bek yang Dirumorkan Merapat ke Persebaya Surabaya! Ada Yusuf Meilana Hingga Bek Tengah Brasil
Prediksi Final Liga Champions 2026: PSG vs Arsenal, Les Parisiens Diunggulkan, The Gunners Butuh Keajaiban
Persib Bandung Ungkap Penyebab Masuk Daftar Banned FIFA, Bukan Tunggakan Gaji!
