Pelatih Persija Mauricio Souza. ig @mauricio_sauza)
JawaPos.com - Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, angkat bicara mengenai keributan yang terjadi jelang laga kontra Arema FC berakhir. Ia tampak kecewa dan menyebut seharusnya pertandingan sepak bola diselesaikan murni di lapangan, bukan dengan berkelahi.
Duel Arema FC vs Persija memang tak berjalan mulus. Tensi tinggi sudah tersaji sejak awal dengan banyaknya pelanggaran yang terjadi dan sejumlah kartu kuning dikeluarkan oleh wasit Yudi Nurcahya.
Puncaknya, keributan pecah saat injury time babak kedua. Semua bermula dari pelanggaran keras pemain Arema FC, Paulinho Moccelin, yang melakukan kontak badan yang tak perlu kepada Allano Lima. Sebab, bola sudah keluar lapangan dan Allano juga berdiri di luar garis.
Tindakan Paulinho memicu protes keras dari Allano Lima. Segenap tim pelatih dan ofisial Persija juga melakukan hal sama hingga akhirnya keributan pecah. Ofisial Arema FC turut terlibat meski para pemain kedua tim coba untuk melerainya.
Usai laga, Mauricio Souza mengatakan bahwa keributan tersebut sesuatu yang tak seharusnya terjadi. Menurutnya, perkelahian bukan sesuatu yang harus muncul dalam pertandingan sepak bola.
"Soal akhir pertandingan, itu semua yang tidak ingin kita lihat dalam sepak bola. Sepak bola harus diselesaikan di lapangan. Tidak ada yang pergi ke sana untuk berkelahi," kata Mauricio Souza dalam jumpa pers pascalaga, Sabtu (8/11).
"Siapa yang mau berkelahi, kalau mau berkelahi, pergilah ke tempat lain. Sayangnya, saya tidak mau pergi ke sana. Jadi, saya tidak mau berada dalam situasi seperti itu," tambahnya.
Pelatih asal Brasil itu pun mempertanyakan mengapa keributan bisa terjadi. Souza menilai segala sesuatu yang terjadi dalam pertandingan harus diselesaikan dengan sepak bola juga.
"Dan, saya pikir semuanya bisa diselesaikan di lapangan, dengan sepak bola, dengan pertandingan, tapi saya bertanya, kenapa ini terjadi? Jadi, mungkinkah ini hanya kesalahan dari pihak pemain? Saya tidak tahu. Tapi kita juga bisa membuat kesalahan," katanya.
Keributan itu sempat berlangsung selama beberapa menit hingga menunda pertandingan. Tapi, pertengkaran berakhir dengan wasit mengeluarkan kartu kuning kepada Paulinho dan Allano, serta tiga kartu merah untuk ofisial.
Dua di antaranya untuk ofisial dan tim pelatih Persija, yakni Gerson Rios dan Italo Resende. Keduanya merupakan pelatih kiper dan asisten pelatih Macan Kemayoran. Sementara satu kartu merah lainnya diberikan kepada ofisial dan tim pelatih Arema FC, yakni Andre Caldas Costa, yang merupakan asisten dari Marcos Santos.

BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Pembagian Grup Liga 2 2026/2027 Berubah, PSIS Semarang dan Persiku Kudus Geser ke Wilayah Barat
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
PP Muhammadiyah Minta MBG Dihentikan Sementara, Sebut Mudaratnya Lebih Banyak
Momen Republik Ceko dan Afrika Selatan Harus Puas Bermain Imbang 1-1
