Stan penukaran sampah bagi suporter PSIM Yogyakarta. (Dok. Instagram/@bawahskor)
JawaPos.com - Siapa bilang suporter sepak bola selalu identik dengan kericuhan dan nyala flare di stadion? Komunitas Pendukung PSIM Yogyakarta yang selama ini dikenal memiliki hobi mengarsipkan sejarah Laskar Mataram melalui zine (majalah atau buklet bikinan sendiri yang dibuat dan didistribusikan dalam jumlah kecil) kali ini menunjukkan wajah lain dari dunia suporter yang kreatif, peduli lingkungan, dan berdampak sosial.
Bersama komunitas lingkungan Bumiku Lestari, mereka menggagas gerakan unik tukar sampah jadi pangan. Lewat kegiatan ini, para penonton pertandingan PSIM bisa menukar sampah plastik, kertas, kardus bekas, hingga minyak jelantah dengan zine majalah mini berisi tulisan dan arsip seputar sejarah PSIM.
Pos penukaran ini bisa ditemui di depan Stadion Sultan Agung, Bantul, tepat di depan warung mie ayam Pak Sarmintul. Setiap kali PSIM berlaga, stan kecil tersebut ramai didatangi suporter yang membawa kantong berisi sampah daur ulang.
Menariknya, kegiatan ini bukan sekadar soal kebersihan atau pengarsipan budaya sepak bola, tapi juga berdampak langsung pada masyarakat. Semua sampah yang terkumpul akan dijual, dan hasilnya digunakan untuk membeli telur yang dibagikan ke PAUD serta Sekolah Sepak Bola (SSB) di wilayah Yogyakarta. Selain telur, hasil penjualan sampah juga akan digunakan untuk membeli susu sebagai tambahan asupan gizi bagi anak-anak PAUD dan pemain muda SSB.
Setiap pertandingan, kegiatan ini bisa mengumpulkan sekitar 40 hingga 45 kilogram sampah daur ulang, 400 hingga 600 eksemplar zine juga dibagikan kepada para suporter Laskar Mataram. Selain mengedukasi soal pentingnya memilah sampah, gerakan ini juga memperkenalkan konsep bahwa sesuatu yang sering dianggap tak berguna bisa diubah menjadi sumber manfaat bagi orang lain.
Zine yang dibagikan pun bukan sembarang bacaan. Isinya berupa arsip sejarah PSIM Jogja, cerita suporter, dan refleksi tentang bagaimana sepak bola bisa menjadi ruang budaya dan solidaritas sosial. Dengan begitu, kegiatan ini tak hanya mengurangi timbunan sampah, tapi juga melestarikan sejarah klub kebanggaan Yogyakarta itu.
Menurut Bawah Skor Mandala, kegiatan ini mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan, termasuk suporter dari suporter lain di Indonesia.
Dengan langkah sederhana namun konsisten, Bawah Skor Mandala membuktikan bahwa suporter bisa menjadi agen perubahan. Gerakan mereka menginspirasi bahwa mencintai klub sepak bola tak melulu lewat nyanyian di tribun, tetapi juga lewat tindakan nyata yang menjaga bumi dan membantu sesama.
Gerakan tukar sampah jadi pangan ini layak dicontoh kelompok suporter di seluruh Indonesia. Sebab dari stadion, kesadaran lingkungan dan solidaritas sosial bisa tumbuh membuktikan bahwa sepak bola dan kepedulian bisa berjalan seiring.

Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Port FC di Piala Presiden 2026: Green Force Bisa Sapu Bersih Laga!
Update Kondisi Alex Martins! Dibawa ke Rumah Sakit, Pelatih Persebaya Surabaya Tunggu Kabar Terbaru
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Voli Indonesia Berduka, Mantan Pemain Jakarta Pertamina Enduro Meninggal Dunia
Prediksi Skor Persija Jakarta vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Macan Kemayoran Jaga Asa ke Semifinal!
Jadwal Aston Villa vs Indonesia All Stars: Jam Kick-off, Siaran Langsung, dan Daftar Skuad
Hasil Babak Pertama Persebaya vs Port FC: Miguel Pereira Cetak Gol Perdana, Skor Masih 1-1
Prediksi Persebaya Surabaya vs Port FC: Bruno Moreira Dikabarkan Cedera, Bernardo Tavares Buka Peluang Rotasi Pemain
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
