Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 16 September 2025 | 03.54 WIB

Sriwijaya FC Kalah 2-0 dari Garudayaksa FC, Mantan Pemain Tagih Gaji Belum Dibayar lewat Instagram

Sriwijaya FC mengawali langkahnya di ajang Pegadaian Championship dengan hasil kurang memuaskan kalah 2-0 dari Garudayaksa FC - Image

Sriwijaya FC mengawali langkahnya di ajang Pegadaian Championship dengan hasil kurang memuaskan kalah 2-0 dari Garudayaksa FC

JawaPos.com-Sriwijaya FC mengawali langkah di ajang Pegadaian Championship dengan hasil kurang memuaskan. Tim asal Palembang itu harus mengakui keunggulan Garudayaksa FC dengan skor 2-0 pada laga perdana Minggu (14/9) di Stadion Jakabaring, Palembang.

Gol kemenangan Garudayaksa FC dicetak Dheco pada menit ke-4 dan Everton pada menit 18 melalui tendangan penalti. Alih-alih mendapat dukungan penuh dari para suporternya, Laskar Wong Kito justru kembali disorot karena masalah lama yang tak kunjung selesai, yaitu tunggakan gaji pemain.

Masalah ini mencuat setelah Abanda Rahman, mantan pemain Sriwijaya FC musim 2024, meluapkan kekecewaannya di media sosial.

Lewat akun Instagram pribadi, dia menuliskan komentar yang cukup menohok di akun resmi klub @sriwijayafc.id.

“Suruh manajemen bayar utang gaji ke pemain musim lalu dulu, biar SFC dimudahkan untuk menang. Kasih tahu manajemen juga, doa orang terzalimi menembus langit ke-7. Jangan di media banyak ngomong utang gaji ke pemain musim lalu sulit. Kasihan pemain dan pelatihnya,” tulis Abanda dalam komentarnya.

Pemain asal Makassar itu menegaskan, persoalan gaji yang belum dibayarkan manajemen Sriwijaya FC masih menjadi ganjalan bagi para pemain lama. Hal ini bukan hanya merugikan dirinya, tetapi juga menunjukkan lemahnya tata kelola klub yang seharusnya bisa memberikan kepastian bagi para pemain dan pelatih.

Komentar Abanda Rahman tersebut langsung menyedot perhatian netizen. Salah satu akun Instagram @mafiawasit, bahkan ikut mengangkat isu ini dengan membagikan tangkapan layar dari komentar sang pemain.

Dalam unggahannya, akun tersebut memberikan caption yang menyindir penyelenggara liga.

“Selamat malam PT LIB, PSSI, Erick Thohir dan yang berwenang mengurusi liga, ini klub kenapa masih boleh ikut kick off ya?” tulis akun @mafiawasit.

Unggahan ini menuai banyak reaksi dari penggemar sepak bola Tanah Air. Tidak sedikit yang menyoroti bahwa masalah gaji memang sudah lama membayangi sejumlah klub Indonesia. Situasi ini dikhawatirkan bisa merusak citra kompetisi dan menurunkan semangat pemain di lapangan.

Sriwijaya FC dalam Tekanan

Kekalahan 2-0 dari Garudayaksa FC sebenarnya sudah cukup membuat Sriwijaya FC berada dalam sorotan. Namun, masalah finansial yang kembali diungkit membuat beban tim semakin berat.

Manajemen klub belum memberikan klarifikasi secara resmi terkait tuduhan Abanda Rahman. Bagi para suporter, tentu kabar ini menjadi pukulan tambahan. Pasalnya, Sriwijaya FC pernah menjadi salah satu klub besar di Indonesia dengan segudang prestasi.

Saat ini, kondisi tim justru lebih sering dikaitkan dengan isu finansial dan tunggakan gaji ketimbang prestasi di lapangan. Jika persoalan ini tidak segera diselesaikan, dikhawatirkan Sriwijaya FC akan semakin sulit bangkit. Selain menurunkan kepercayaan pemain, masalah tunggakan gaji juga bisa berimbas pada sanksi dari PSSI hingga FIFA.

Kasus Sriwijaya FC bukanlah yang pertama dalam dunia sepak bola Indonesia. Sejumlah klub lain juga pernah tersandung persoalan serupa, mulai dari keterlambatan pembayaran gaji hingga konflik kontrak.

Dengan sorotan publik yang semakin besar, Sriwijaya FC kini berada di persimpangan. Klub ini harus segera mencari jalan keluar, baik dengan melunasi tunggakan maupun menjelaskan kondisi sebenarnya kepada publik. Tanpa penyelesaian konkret, bayang-bayang krisis akan terus mengikuti perjalanan tim di kompetisi.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore