Cahya Supriyadi (kanan) dan Robi Darwis (kiri)/ Tanpa Indonesia, berikut 16 tim peserta Piala Asia U-23 2026. (Instagram.com/@erickthohir)
JawaPos.com - Timnas Indonesia U-23 gagal melaju ke Piala Asia U-23 2026. Itu setelah pada laga penentuan grup J, tim asuhan Gerald Vanenburg kalah 0-1 dari Korea Selatan di Stadion Gelora Delta Sidoarjo (9/9). Tim Indonesia adalah semifinalis Piala Asia U-23 edisi terakhir (2024).
Gerald menilai kualitas pemainnya sebenarnya cukup bagus. Hanya saja, mereka minim menit bermain di klub masing-masing.
“Kendalanya memang ada pada fisik mereka. Itu karena pemain-pemain saya di kompetisi ini hampir tidak ada yang bermain (penuh). Jadi, ke depan harus ada solusi yang dilakukan untuk mengatasi hal ini,” ujar pelatih 61 tahun itu.
Karena itu, Gerald berharap pemain muda bisa mendapat kesempatan tampil lebih banyak. Salah satunya dengan menghadirkan kompetisi khusus.
“Di Korsel, mereka memiliki kompetisi khusus untuk pemain muda. Dan mereka rutin bermain setiap pekannya. Jam terbang tinggi itulah yang diperlukan untuk pemain muda,” cetusnya.
Sebelum duel Indonesia U-23 kontra Korsel U-23, PSSI mengadakan rapat exco. Dalam rapat tersebut, salah satu yang dibahas adalah rencana mewajibkan klub Championship menurunkan pemain U-23 pada musim 2025–2026.
“Apakah perlu nanti pemain di bawah usia 23 tahun menjadi starter? Karena jujur, jenjang kompetisi di U-17 dan U-20 cukup baik. Tapi U-23 belum maksimal,” ucap Ketua Umum PSSI Erick Thohir setelah laga melawan Korsel U-23.
Lantas, apakah PSSI punya rencana membuat kompetisi khusus pemain U-23? Erick menjawab belum ada. “
Baca Juga: Bongkar Fakta Francisco Rivera! Bintang Persebaya Surabaya Bisa Ukir Sejarah Kontra Persib Bandung?
Solusinya, di Championship nanti akan kami dorong pemain di bawah usia 23 tahun untuk punya kesempatan tampil. Selain itu, di kompetisi Liga 3 dan Liga 4 tahun depan bisa diisi oleh banyak pemain muda. Saya rasa itu yang bisa kami lakukan,” terangnya.
Meski Garuda Muda gagal lolos ke Piala AFC U-23 2026, Erick tetap memberikan apresiasi. Baginya, kekalahan dari Korsel U-23 tidak perlu diratapi berlebihan.
“Pemain sudah bekerja keras, tapi akhirnya tetap kalah. Saya rasa kami kalah terhormat. Karena Korsel adalah tim yang sangat bagus,” kata pria yang juga menjabat Menteri BUMN tersebut.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
