Patricio Matricardi bersama rekan-rekannya merayakan gol ke gawang PSIM Yogyakarta pada pertandingan pekan ketiga Super League 2025/2026. (Dok. Persib)
JawaPos.com - Bicara soal sepak bola Indonesia, nama Persib Bandung selalu muncul sebagai raksasa Liga Indonesia, dengan basis penggemar militan yang selalu memberikan dukungan langsung saat Maung Bandung bermain.
Pertanyaan besar selalu terlontar, apakah Pangeran Maung benar-benar klub terbesar di Tanah Air? Atau sebutan "Dinilai Terlalu Tinggi" memang benar adanya, atau hanya bagian dari sejarah perjalanan klub Pangeran Biru?
Melihat pencapaian tahun 2000-an, Maung Bandung mengalami masa-masa penurunan dan tidak selalu konsisten dalam meraih trofi juara, tepat era divisi utama 2006 nyaris terdegradasi.
"Saya optimistis kami bisa keluar dari zona degradasi," ujar mantan pelatih Persib Bandung, Arcan Iurie.
Untungnya, Badan Liga Indonesia penyelenggara kompetisi waktu itu menghapus peraturan degradasi setelah gempa mengguncang Jogjakarta.
Menarik, mari kupas langsung dari berbagai sejarah perjalanan kejayaannya. Berawal dari pendukung Persib, dikenal sebagai Bobotoh menjadi salah satu kelompok suporter terbesar dan paling loyal di Indonesia.
Setiap pertandingan kandang maupun tandang, stadion selalu dipenuhi oleh Bobotoh. Persib bukan sekadar klub, melainkan identitas dan kebanggaan masyarakat Bandung. Di era Perserikatan, Persib meraih gelar juara lima kali pada 1934, 1937, 1961, 1986, dan 1990.
Dilansir dari Kanal YouTube Kisah Kasih Sepakbola pada Kamis (21/8), puncak kejayaan Siliwangi (markas dulu Persib) saat menjadi juara Liga Indonesia pertama pada musim 1994/1995, sebuah momen indah bersejarah, bahkan membekas sampai jiwa Bobotoh Fanatik.
Setelah terpuruk bertahun-tahun, Persib kembali bangkit pada 2014 dengan berhasil menjuarai Liga Super Indonesia (ISL). Kemenangan dramatis mengukuhkan kembali status mereka sebagai tim raksasa.
Sepuluh tahun kemudian, Pangeran Maung kembali mengulang sejarah. Bojan Hodak, pelatih Persib, berhasil merengkuh gelar juara Liga 1 setelah mengakhiri penantian panjangnya.
Setahun berselang, musim 2024/2025, Persib kembali mengukir tinta emas dalam sejarah sepak bola Indonesia dan menjadikan klub pertama dalam mempertahankan gelar secara back-to-back.
Loyalitas luar biasa dari Bobotoh selalu menjadi ikon, dampaknya mereka dikenal sebagai salah satu kelompok suporter terbesar dan paling setia di Indonesia. Bahkan, mampu menciptakan atmosfer tak tertandingi.
Melihat rekam jejak, dukungan fanatik, sulit untuk tidak menempatkan Persib sebagai salah satu klub paling berpengaruh di Indonesia.
Tetapi, apakah mereka masih menjadi yang terbaik? Jawabannya tentu ada di pikiran pembaca.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
