Dukungan Bonek harusnya bisa membuat Persebaya Surabaya berjaya di Super League 2025/2026. (Media Persebaya)
JawaPos.com — Pekan perdana Super League 2025/2026 langsung menyajikan atmosfer meriah di stadion-stadion besar Tanah Air. Tiga laga mencatat jumlah penonton tertinggi dan menegaskan dominasi klub-klub raksasa era perserikatan.
Persija Jakarta menjadi pengumpul penonton terbanyak di matchday pertama. Laga kontra Persita Tangerang di Jakarta International Stadium (JIS) disaksikan 29.153 pasang mata, meski keterisian stadion baru 36 persen dari data Transfermarkt.
Posisi kedua ditempati Persebaya Surabaya yang menjamu PSIM Yogyakarta di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT). Total 17.456 penonton hadir di tribun dengan tingkat keterisian 39 persen, menciptakan suasana khas Bonek yang membahana.
Persib Bandung mengisi peringkat ketiga lewat laga melawan Semen Padang di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Sebanyak 14.853 penonton memadati tribun dengan persentase keterisian sama seperti GBT, yakni 39 persen.
Dominasi jumlah penonton ini menjadi cerminan loyalitas suporter klub besar di Indonesia. Meski baru pekan pertama, antusiasme mereka sudah memecah kebisingan stadion dengan nyanyian dan koreografi khas.
Persija Jakarta menunjukkan kekuatan The Jakmania yang setia mendukung di rumah baru mereka, JIS. Bahkan dengan keterisian hanya sepertiga, atmosfernya tetap terasa bergemuruh dari menit pertama hingga peluit akhir.
Persebaya Surabaya membuktikan GBT tetap menjadi benteng yang hangat untuk Bonek dan Bonita. Meski laga melawan PSIM tidak bertajuk big match, jumlah penonton tetap tinggi dan memberi dorongan moral besar untuk tim.
Persib Bandung tidak mau kalah dalam membangun atmosfer kandang yang kuat. Dukungan Bobotoh di GBLA menjadi bukti gairah sepak bola di Bandung selalu menyala, apapun lawannya.
Komentar suporter pun bermunculan di media sosial menanggapi data penonton pekan pertama ini. “Bangga Jakmania,” tulis salah satu penggemar di kolom komentar Persija Jakarta.
Ada pula yang membandingkan ukuran stadion dengan jumlah penonton yang hadir. “Harusnya stadion yang kapasitas 30 ribu orang kaya Wibawa Mukti dll, pasti full banget keliatannya,” kata seorang suporter.
Beberapa suporter menyoroti meski angka kehadiran tinggi, kapasitas besar stadion membuatnya terlihat kurang padat. “Kalau JIS terasa kurang banyak, padahal udah tumpah tumpah fans-nya,” imbuh komentar lain.
Euforia di pekan pertama ini mengisyaratkan rivalitas penonton akan menjadi bumbu menarik di musim 2025/2026. Apalagi tiga klub yang berada di daftar teratas ini memiliki basis fans yang masif dan fanatik.
Super League musim ini diprediksi akan berlangsung panas baik di lapangan maupun di tribun. Persaingan jumlah penonton bisa menjadi tolok ukur seberapa besar dukungan langsung yang diterima tiap klub.
Persija akan terus mengandalkan dukungan The Jakmania yang dikenal kreatif dan atraktif. Kehadiran mereka di JIS tak hanya memberi semangat, tetapi juga menjadi identitas kuat klub ibu kota.

BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Pembagian Grup Liga 2 2026/2027 Berubah, PSIS Semarang dan Persiku Kudus Geser ke Wilayah Barat
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
PP Muhammadiyah Minta MBG Dihentikan Sementara, Sebut Mudaratnya Lebih Banyak
Momen Republik Ceko dan Afrika Selatan Harus Puas Bermain Imbang 1-1
