Pemain anyar Persebaya Surabaya, Mihailo Perovic diperkenalkan kepada suporter untuk kompetisi Super League musim 2025/2026 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Sabtu (19/6) malam. (Riana Setiawan/ Jawa Pos)
JawaPos.com - Persebaya Surabaya telah merekrut empat pemain asing untuk Super League musim ini. Mereka adalah Gali Freitas, Risto Mitrevski, Milos Raickovic, dan Mihailo Perovic.
Dengan tambahan empat pemain tersebut, maka Persebaya telah memiliki delapan pemain asing, melengkapi empat penggawa yang bertahan dari musim sebelumnya, yaitu Dime Dimov, Dejan Tumbas, Francisco Rivera, dan Bruno Moreira.
Jika dilihat dari asal mereka, pemain asing Persebaya musim ini didominasi oleh pemain asal Eropa, khususnya dari daerah Balkan atau Eropa Timur, yaitu sebanyak lima pemain.
Dime Dimov dan Risto Mitrevski berasal dari Makedonia, lalu Milos Raickovic dan Mihailo Perovic sama-sama dari Montenegro, dan Dejan Tumbas berasal dari Serbia.
Sedangkan tiga sisanya berasal dari Timor Leste, yaitu Gali Freitas, lalu Bruno Moreira dari Brasil, dan Francisco Rivera dari Meksiko.
Komposisi pemain asing yang dimiliki Persebaya musim ini tentu cukup menarik perhatian. Jika biasanya banyak menggunakan jasa pemain dari Benua Amerika, seperti Brasil, Meksiko, yang sama-sama beriklim tropis, kali ini justru dari negara yang cenderung memiliki suhu dingin.
Tentu akan muncul kekhawatiran apakah serdadu Balkan ini bisa beradaptasi dengan baik saat bermain di negara tropis yang suhunya bahkan cenderung panas seperti Surabaya.
Namun, tampaknya hal itu kemungkinan bukan menjadi halangan besar bagi Green Force, karena di antara lima pemain itu, hanya satu yang belum pernah bermain di Asia Tenggara, yaitu Mihailo Perovic.
Empat pemain lainnya sudah pernah merasakan bagaimana bermain di negara tropis. Misalnya Dime Dimov dan Dejan Tumbas yang sudah setengah musim di Persebaya, lalu Risto Mitrevski yang menghabiskan tiga musim di Dewa United.
Sedangkan Milos Raickovic meski baru kali ini bermain di Indonesia, namun ia pernah membela klub Malaysia, Sarawak FA. Seperti diketahui, Malaysia juga merupakan negara tropis seperti Indonesia.
“Saya juga punya pengalaman bermain di Malaysia, jadi saya paham cuaca dan kondisi di Asia Tenggara, dan saya rasa bisa beradaptasi dengan cepat,” kata Milos dikutip dari akun YouTube resmi Persebaya.
Dengan begitu, Mihailo Perovic tidak akan terlalu kesulitan untuk beradaptasi karena ia punya rekan kompatriot dari Balkan yang sudah berpengalaman berlaga di kancah persepakbolaan negara tropis.
Perekrutan legiun asing dari Balkan juga tidak lepas dari persetujuan coach Eduardo Perez karena pemilihan pemain merupakan wewenang sang pelatih.
Maka dari itu, juru taktik asal Spanyol itu yakin dengan pilihannya, termasuk merekrut Perovic. Ia bahkan mengaku cukup puas dengan skuad yang ada saat ini.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
