Pelatih Dewa United Jan Olde Riekerink. (Dok. PT LIB)
JawaPos.com - Keyakinan besar dimiliki Pelatih Dewa United Banten FC, Jan Olde Riekerink, terhadap potensi dan talenta para pemain lokal di timnya. Dia yakin anak asuhnya dapat bersaing dengan pemain asing, sekalipun dengan regulasi baru yakni 11 pilar impor untuk Super League 2025/2026.
Penetapan regulasi 11 pemain asing yang boleh didaftarkan oleh tiap klub Super League 2025/2026 menuai pro dan kontra. Banyak yang menganggap aturan itu merugikan pemain lokal karena jadi banyak kehilangan tempat di tim inti.
Namun, pandangan itu nyatanya tak dimiliki oleh Jan Olde Riekerink, selaku pelatih Dewa United Banten FC. Sebaliknya, dia merasa pemain lokal Banten Warriors justru bisa beradaptasi dan bersaing dengan aturan itu.
Jan Olde Riekerink menyebut sejumlah pemain lokal yang menurutnya punya kualitas dan potensi besar. Salah satunya adalah Theo Numberi.
"Kalau dipikir juga pemain Indonesia bisa bersaing dengan pemain asing. Kalau melihat pemain seperti Theo, dia masih pemain muda. Tapi dia mendominasi keseluruhan pertandingan," kata Jan Olde Riekerink di Bandung.
Menurut Jan Olde, kehadiran sejumlah pemain asing bisa diambil sisi positifnya, yakni pemain lokal jadi dapat berlatih dan belajar banyak dengan mereka. Di sisi lain, tim pelatih juga tak ragu untuk memberinya kesempatan.
"Dan itu juga merupakan cara kami membiarkan para pemain berkembang. Pemain Indonesia bisa belajar banyak dari pemain asing. Jadi jika mereka berlatih bersama mereka. Dan intensitasnya tinggi," katanya.
Pelatih asal Belanda itu mencontohkan pemain-pemain lokal yang punya kualitas mumpuni dan dapat diandalkan, sekalipun Dewa United FC punya banyak pilar asing. Yakni Ricky Kambuaya, Egy Maulana Vikri, Edo Febriansah, dan juga Wahyu Prasetyo.
Dua nama terakhir adalah pemain baru. Edo dan Wahyu pun dapat pujian dari Jan Olde karena mereka langsung bisa beradaptasi dengan tim.
"Hari ini kita melihat Edo, bagaimana dia beradaptasi. Tapi saya pikir pada akhirnya mereka semua bisa bersaing. Wahyu juga. Tapi jika Anda melihat para pemain ini. Bagi saya, mereka sangat cocok. Mereka memiliki kualitas yang luar biasa tapi di posisi mereka," ucap Riekerink.
"Wahyu adalah bek kanan, bek tengah kanan. Lalu Theo, Ricky adalah pemain yang sangat bagus. Jadi selama mereka mendapat kesempatan untuk berkembang. Tapi semuanya ada hubungannya dengan daya tahan," tambah dia.
Menurut Jan Olde, memberikan kesempatan kepada pemain muda sangat penting untuk mengembangkan potensi. Hal itu pun sudah ia terapkan sejak lama, termasuk ketika masih di Belanda di mana dia jadi pelatih Wesley Sneijder di akademi Ajax.
"Sneijder, saya melatihnya ketika dia berusia 10, 11, 12 tahun. Tapi kemudian dia bermain melawan pemain berusia 14 tahun, 16 tahun. Jika dia tetap di Belanda. Dia tidak akan pernah menjadi pemain top dunia. Itulah saat dia pergi ke Italia. Saat dia pergi ke Spanyol," pamernya.
"Dan kemudian mereka berkembang. Jika para pemain kami, mereka berlatih dengan pemain asing yang berkualitas. Kemudian mereka berkembang," ucap Olde menambahkan.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
