Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 8 Juli 2025 | 00.11 WIB

Didesak Gulirkan Piala Indonesia Lagi, Erick Thohir Bedah Rentetan Masalah yang Bikin Sulit Gelar Turnamen di Tengah Musim

Ketua Umum PSSI Erick Thohir. (Zaro Ezza Syachniar/Antara) - Image

Ketua Umum PSSI Erick Thohir. (Zaro Ezza Syachniar/Antara)

JawaPos.com - Ketua Umum PSSI, Erick Thohir menjawab permintaan dan harapan perihal kemungkinan kembali digelarnya Piala Indonesia. Dia menyebut ada sederet masalah yang jadi kendala sehingga sulit mewujudkan ajang tengah musim tersebut.

Piala Indonesia sudah cukup lama mati suri. Terakhir kali ada turnamen tengah musim yang diikuti seluruh klub di Tanah Air, baik Liga 1, Liga 2, maupun Liga 3 tersebut pada 2019.

PSM Makassar jadi tim yang terakhir menjuarai Piala Indonesia. Sriwijaya FC jadi tim tersukses dalam ajang yang dulunya bernama Copa Indonesia dengan torehan tiga gelar. Jumlahnya sama seperti Krama Yudha Tiga Berlian, tim semi pro yang juara pada tahun 1980-an.

Turnamen tengah musim tersebut dihentikan pada 2020 akibat pandemi Covid-19. Setelahnya, tak pernah bergulir karena berbagai alasan. Termasuk saat PSSI kini dipimpin Erick Thohir sebagai Ketua Umum.

Ketiadaan Piala Indonesia dalam lima tahun terakhir membuat banyak pihak rindu. Terutama para pemain lokal, yang belakangan disuarakan oleh kiper PSM Makassar, Reza Arya Pratama.

Reza Arya menginginkan Piala Indonesia digulirkan lagi agar bisa jadi panggung para pemain lokal atau mereka yang kerap duduk di bangku cadangan selama Liga 1. Apalagi kini kuota pemain asing tiap klub sudah banyak mencapai 8 nama.

Menyikapi itu, Erick Thohir mengaku terbuka apabila PT Liga Indonesia Baru sebagai operator kompetisi Liga Indonesia, ingin menggulirkan Piala Indonesia. Tapi, dia mengingatkan ada satu hal yang harus jadi perhatian banyak pihak. Yakni jumlah peserta Liga 1 sebanyak 18 tim.

"Sangat welcome. Tetapi kan yang saya bilang, di Indonesia itu Liga 1 18 klub. Coba di Asia Tenggara yang 18 klub siapa ya di liganya? Kayaknya nggak ada deh. Ya Singapura enam. Thailand berapa? 16 tim," kata Erick Thohir di The Langham, Jakarta, Senin (7/7).

Selain jumlah tim yang banyak, kondisi geografis Indonesia juga sangat luas. Sehingga butuh waktu lama untuk tiap tim datang dari satu kota ke kota lain.

"Yang kedua, geografis kita itu dari ujung ke ujung 8 jam naik pesawat terbang. Bukan naik mobil 8 jam. Kita negara kepulauan. Artinya, sudah klubnya banyak, geografisnya juga jauh," katanya.

Erick kemudian menyoroti padatnya jadwal pertandingan klub-klub, terutama tim-tim papan atas dan juga juara Liga 1. Sebab mereka saat ini dapat tiket untuk berlaga di kompetisi Asia.

Persib Bandung akan mewakili Indonesia di AFC Champions League II, sedangkan Dewa United FC bakal berkompetisi AFC Challenge League untuk membela panji Merah Putih di Asia.

Kehadiran dua turnamen itu disebut Erick Thohir berdampak langsung pada penyusunan kalender domestik, dalam hal ini jadwal Liga 1 Indonesia. Apalagi jika mereka ikut ASEAN Club Championship yang awalnya AFF meminta kedua tim ikut serta.

"Ketika klub ini bertanding Jumat, Sabtu, Minggu. Ketika diisi di tengahnya ada AFC kan? Ada AFC, lo, sekarang. Ada tiga tingkat, enggak tanggung-tanggung AFC. Lalu sekarang ada AFF (ASEAN Club Championship) di tengah," terang Erick.

"Nah, LIB menyampaikan ke kami, klub-klub menyampaikan ke kami. Ya betul kan? 'Pak, itu gimana cara ngaturnya?' Kan habis main Minggu, Senin berangkat. Sampai Vietnam atau sampai China, hari Selasa atau Rabu. Rabu malam tanding. Kapan latihannya? Kamis pulang. Sampai sini Jumat," imbuh dia.

Editor: Hendra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore