
Rapor Patrick Kluivert vs STY bersama Timnas Indonesia (Instagram/@PatrickKluvert dan @shintaeyong)
JawaPos.com - Timnas Indonesia mengakhiri perjalanan di Kualifikasi Piala Dunia 2026 putaran ketiga dengan kekalahan telak dari Jepang, 6-0 di Stadion Suita, Osaka, 10/6. Meski pulang dengan tangan hampa, Justin Hubner dan kolega tetap pastikan satu tiket ke putaran keempat sehingga masih menjaga asa lolos ke Piala Dunia 2026.
Sejak perjalanan di putaran ketiga yang dimulai pada September 2024, Timnas Indonesia ditukangi oleh dua pelatih berbeda. Diawali oleh Shin Tae-yong (STY) dan kemudian ditutup oleh Patrick Kluivert.
STY mengawal tim Garuda dalam enam pertandingan, sementara Patrick Kluivert meneruskannya dalam empat laga. Lalu, bagaimana rapor Patrick Kluivert vs Shin Tae-yong bersama Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026 putaran ketiga?
Rapor Patrick Kluivert
Pelatih asal Belanda ini resmi menjadi arsitek Timnas Indonesia pada 6 Januari 2025 menggantikan Shin Tae-yong. Meski memiliki nama besar sebagai pemain, track record Patrick sebagai pelatih tak mentereng.
Untuk level Tim Nasional, mantan striker Barcelona ini pernah berada di Timnas Belanda (asisten), Kamerun (asisten), dan Curacao (interim). Adapun prestasi terbesarnya ketika menjadi asisten pelatih Louis van Gaal di Timnas Belanda dan meraih medali perunggu di Piala Dunia 2014.
Laga pertama Kluivert bersama Timnas Indonesia yakni melawan Australia yang berkesudahan dengan kekalahan telak 5-1. Laga keduanya di GBK, Bahrain mampu diatasi dengan skor tipis 1-0.
Berlanjut di bulan Juni, Tiongkok berhasil diredam juga dengan skor 1-0, sebelum ditebas Jepang enam gol tanpa balas. Menariknya, ketiga gol Timnas Indonesia di bawah asuhan Kluivert, dicetak oleh Ole Romeny.
Secara keseluruhan, Timnas Indonesia di bawah arahan Patrick Kluivert mampu menang 2 kali, kalah 2 kali, kebobolan 11 gol, dan mencetak 3 gol.
Rapor Shin Tae-yong
STY membawa Timnas Indonesia tampil apik dalam dua laga awal Kualifikasi Piala Dunia 2026 putaran ketiga. Mampu bermain imbang 1-1 di kandang Arab Saudi, Maarten Paes dan kolega juga berhasil menahan Australia tanpa gol di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.
Sayangnya, kegagalan meraih kemenangan atas Bahrain (2-2) dan kalah dari Tiongkok (2-1) membuat posisi pelatih asal Korea Selatan itu goyang. Kemudian berlanjut pada bulan November 2024, Indonesia digebuk Jepang 4-0 di GBK, namun mampu meraih tiga poin penting saat melawan Arab Saudi (2-0).
Dari enam laga yang dilakoni, STY mampu meraih satu kemenangan, tiga imbang, dan dua kalah. Namun kebobolan Timnas Indonesia di bawah asuhan STY lebih baik dibandingkan Kluivert meski laga yang dilakoni lebih banyak. Kiper-kiper pilihan STY dibobol sembilan kali, berbanding dengan 11 kali kebobolan hanya dari empat pertandingan di era Kluivert.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
