
Pelatih Persebaya Surabaya Eduardo Perez Moran. (Istimewa)
JawaPos.com-Persebaya Surabaya makin siap untuk menghadapi Liga 1 Indonesia musim depan. Kedatangan Eduardo Perez Moran sebagai pelatih baru menjadi awal perubahan di jajaran pelatih Persebaya.
Eduardo Perez tidak berjuang sendiri untuk menahkodai skuad Persebaya musim depan. Dia dibantu tiga asisten pelatih yakni Shin Sang-gyu (Asisten Pelatih), Uston Nawawi (Asisten Pelatih), Felipe Americo Martins Goncalves (Pelatih Kiper).
Setelah diumumkan sebagai pelatih baru Persebaya pada 3 Juni 2025, Eduardo Perez mulai menyapa Bonek melalui posting-an Instagram pribadinya.
"Merupakan suatu kehormatan untuk bergabung dengan keluarga Persebaya. Saya tahu kekuatan para penggemar kami dan energi mereka yang tak tertandingi," tulisnya di caption posting-an tersebut.
Pelatih asal Spanyol tersebut menegaskan akan bekerja keras untuk membawa prestasi bagi Persebaya sekaligus meminta dukungan dari Bonek.
"Saya di sini untuk memberikan segalanya dengan kerja keras, rasa hormat, dan komitmen untuk Persebaya. Bersama-sama, kita akan berjuang untuk Persebaya dan seluruh Bonek dan Bonita," tulis dia di akhir caption posting-an Eduardo Perez.
Postingan pertamanya sebagai pelatih Persebaya tersebut mendapatkan komentar positif dari Bonek. Mereka menginginkan agar Eduardo Perez mampu mengeluarkan kemampuan terbaik saat melatih Persebaya.
"Berikan yang terbaik coach, wani!" tulis komentar salah satu Bonek.
Karena sang pelatih berasal dari Spanyol, Bonek menitipkan pesan agar Green Force bermain tiki-taka yang merupakan gaya permainan khas negara yang pernah meraih gelar Piala Dunia 2010 tersebut.
"Persebaya gawe en tiki-taka, ala Spanyol (Persebaya buat jadi tiki-taka ala Spanyol)," tulis komentar Bonek yang lainnya.
Bahkan, Bonek juga berharap agar permainan Persebaya bisa seperti Barcelona, dan kekuatan fisik menjadi urusan Shin Sang-gyu.
"Buat Persebaya bermain seperti Barcelona coach, soal stamina biar dihajar sama Shin Sang-gyu."
Bonek tentu boleh berharap dengan harapan bermain ala tiki-taka. Pasalnya, Eduardo Perez pernah menjadi asisten pelatih Xavi Hernandez saat masih melatih klub Qatar Al Sadd, yang merupakan otak permainan tiki-taka semasa menjadi pemain Barcelona.
Edu Perez sempat membeberkan filosofi permainannya yang lebih suka untuk menguasai bola saat menjadi pelatih akademi Brooklyn United pada 2023.
"Filosofi kami jelas, kami ingin para pemain bersenang-senang dan kesenangan terbesar mereka adalah saat mereka menguasai bola. Jadi sejak awal, kami mencoba membiarkan mereka menghabiskan waktu sebanyak mungkin dengan bola dengan mencoba permainan posisi dan latihan kontrol melalui garis pertahanan lawan," ucap eks pelatih PSS Sleman tersebut dikutip dari Brooklyn Paper.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
