Koreografi Brigata Curva Sud. (Dok. Jawa Pos)
JawaPos.com - Menjelang laga terakhir kandang yang penuh ketegangan antara PSS Sleman melawan Persija Jakarta akhir pekan ini, atmosfer di Stadion Maguwoharjo dipastikan akan menggelegar. Bukan hanya karena posisi PSS yang terancam degradasi, tetapi juga karena kelompok suporter fanatik mereka, Brigata Curva Sud (BCS), tengah mempersiapkan sebuah pertunjukan koreografi spektakuler.
Pertandingan yang dijadwalkan berlangsung Sabtu (17/5/2025) akan menjadi penentu nasib PSS, apakah bertahan di Liga 1 Indonesia atau terdegradasi bersama PSIS Semarang yang sudah lebih dulu dipastikan turun kasta.
Sebagai kelompok suporter bergaya ultras yang sudah dikenal dengan aksi-aksi kreatif dan militan mereka, BCS ingin menutup musim ini dengan dukungan yang luar biasa.
Menurut pernyataan perwakilan mereka, Agus Priyo Nugroho, koreografi ini akan menjadi yang pertama sejak Laskar Sembada kembali bermain di hadapan publik Maguwoharjo. Koreografi ini dirancang bukan hanya sebagai bentuk protes atas performa tim yang kurang konsisten, tetapi juga sebagai wujud cinta dan semangat mendalam terhadap klub.
“Kami bukan hanya sekadar menuntut. Kami ingin juga memberi dukungan dan apresiasi di saat-saat sulit seperti ini,” kata Agus, dikutip dari Radar Jogja.
Ia menambahkan bahwa koreografi yang akan ditampilkan masih dirahasiakan dan akan menjadi kejutan bagi seluruh penonton yang hadir. “Pokoknya, seperti biasa di laga-laga penting, kami akan all out,” ujarnya dengan tegas.
PSS saat ini berada di posisi genting di papan bawah klasemen. Kekalahan melawan Persija akan memastikan mereka menjadi tim kedua yang terdegradasi dari Liga 1 musim ini. Namun di sisi lain, jika berhasil meraih kemenangan, harapan untuk bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia masih terbuka. Dalam kondisi seperti ini, peran suporter menjadi sangat vital. Tak heran jika BCS berinisiatif menyiapkan dukungan visual dan atmosferik yang bisa membakar semangat para pemain.
Agus juga menyampaikan bahwa koreografi ini adalah bentuk solidaritas, bukan hujatan. "Kami tahu pemain juga manusia. Mereka bagian dari PSS, sama seperti kami. Kalau musim ini berakhir dengan degradasi, teman-teman sudah menyiapkan hati untuk tetap bersama tim menyambut musim depan,” katanya.
Di tengah euforia dan kecemasan menuju laga hidup mati itu, satu hal yang pasti: Sabtu nanti, Stadion Maguwoharjo tidak hanya akan menjadi arena pertandingan sepak bola, tetapi juga panggung pertunjukan semangat dari para pendukung sejati yang setia dalam suka dan duka.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
KPK Cari Keberadaan Wamen Imipas Silmy Karim Terkait OTT Imigrasi Jakbar
7 Pemain Baru Masuk! Bruno Moreira Hengkang, Ini Prediksi Starting XI Persebaya
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan Kejagung, Belum 24 Jam Usai Dicopot Prabowo
Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung, Muncul Karangan Bunga Unik Singgung Pencopotan Dadan
