
Pelatih Persebaya, Paul Munster bersitegang dengan Asisten Pelatih Semen Padang FX Yanuar dan berujung kartu merah untuk keduanya pada lanjutan Liga 1 di Stadion Gelora Bung Tomo, kemarin (11/5). Persebaya imbang Semen Padang dengan skor 1-1.RIANA SETIAWA
JawaPos.com — Persebaya Surabaya resmi menunjuk Uston Nawawi sebagai nahkoda untuk dua laga sisa Liga 1 Indonesia 2024/2025 menggantikan Paul Munster yang tengah menanti sanksi akibat kartu merah. Keputusan ini diambil usai insiden emosi Munster di bench saat menjamu Semen Padang pada pekan ke-32.
Manajemen Persebaya Surabaya menilai keputusan ini penting agar fokus pemain tidak terpecah oleh potensi hukuman tambahan.
Uston Nawawi pun dipercaya untuk memimpin tim melawan Borneo FC dan Bali United demi meraih hasil maksimal.
“Seiring dengan hasil pertandingan melawan Semen Padang FC di mana Coach Paul Munster mendapatkan kartu merah langsung dan itu berpotensi hukuman tambahan, maka manajemen Persebaya memberikan tugas memimpin tim kepada Coach Uston Nawawi hingga Liga 1 2024/2025 berakhir,” tulis manajemen Persebaya Surabaya di laman resmi klub.
“Manajemen akan terus mensupport penuh tim, untuk meraih hasil maksimal dua laga pemungkas musim ini, yaitu melawan Borneo FC dan Bali United.”
Pelatih interim Uston Nawawi sejatinya sudah pernah memimpin tim kala Munster absen karena akumulasi kartu kuning di pekan ke-13 dan ke-23. Hasilnya impresif: kemenangan 3-2 atas Arema FC dan skor tipis 1-0 kontra PSBS Biak.
Raihan tanpa kekalahan itu menjadi modal berharga bagi Persebaya Surabaya di dua laga penentu. Manajemen yakin Uston Nawawi akan mampu menjaga tren positif dan mengantar tim finis sebaik mungkin.
Sementara itu, Paul Munster harus rela memendam kecewa karena kartu merah langsung di laga kandang kontra Semen Padang. Sanksi otomatis membuat pelatih asal Irlandia Utara itu absen satu pertandingan berikutnya.
Regulasi Kompetisi Liga 1 Indonesia 2024/2025 menegaskan ofisial yang menerima kartu merah dilarang mendampingi klub pada pertandingan selanjutnya.
Namun apabila ada indikasi pelanggaran lebih berat, Komite Disiplin PSSI bisa menambah hukuman.
Selain larangan masuk bench, Munster juga didenda Rp10 juta berdasarkan Pasal 58 ayat 14 Kartu Kuning dan Kartu Merah. Sanksi finansial itu menjadi pukulan ganda setelah tim juga kehilangan jasanya.
Dalam rapat internal, manajemen memutuskan untuk tak mengambil risiko dengan menunggu hasil sidang disipliner. Dengan menunjuk Uston Nawawi, progres tim di lapangan dipertaruhkan seminimal mungkin.
Baca Juga: Liga 1: Sukses Tahan Imbang Persebaya Surabaya, Semen Padang Harus Menang Lawan Persik Kediri
Bonek, sebutan pendukung fanatik Persebaya Surabaya, pun mengapresiasi langkah ini sebagai strategi antisipasi. Mereka berharap kembalinya stabilitas taktik hingga akhir musim.
Laga tandang menghadapi Borneo FC di pekan ke-33 pun menjadi ujian pertama Uston Nawawi sebagai pelatih penuh waktu. Kondisi skuad yang minim cedera dan motivasi tinggi diyakini mendukung target poin penuh.

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
